Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Investasi Rp20 Triliun Danantara untuk Peternakan Ayam Dinilai Terlalu Berisiko

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 16 November 2025 | 20:43 WIB

PETERNAKAN AYAM: Pekerja memberikan pakan ayam broiller di peternakan ayam closed house yang ramah lingkungan di Nanggung, Bogor, Jawa Barat.
PETERNAKAN AYAM: Pekerja memberikan pakan ayam broiller di peternakan ayam closed house yang ramah lingkungan di Nanggung, Bogor, Jawa Barat.

PONTIANAK POST – Rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menggelontorkan Rp20 triliun untuk membangun peternakan ayam baru dinilai berisiko tinggi dan membutuhkan waktu panjang untuk menghasilkan dampak signifikan.

Pengamat menilai revitalisasi peternakan yang sudah ada jauh lebih efektif memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyerap produksi peternak rakyat.

Pengamat peternakan Rochadi Tawaf menilai pembangunan peternakan baru dari nol sulit bersaing dengan perusahaan swasta besar.

“Lebih realistis jika pemerintah masuk ke perusahaan yang sudah ada, terutama yang bangkrut, lalu direvitalisasi,” ujar Rochadi, dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jumat (14/11).

Ia menyebut kondisi peternakan rakyat saat ini memprihatinkan. Banyak lahan disewa pihak asing dan infrastruktur tak dimanfaatkan optimal.

Karena itu, ia mendorong agar investasi difokuskan pada penguatan peternakan rakyat serta pengembangan hilirisasi, seperti industri olahan nuget, untuk meningkatkan serapan produk lokal.

Pemerintah melalui Danantara menargetkan pembangunan peternakan ayam terintegrasi dimulai Januari 2026.

Proyek difokuskan pada wilayah yang masih kekurangan pasokan ayam dan telur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan penghiliran.

CIO Danantara Pandu Sjahrir mengatakan rencana investasi tersebut akan terlebih dahulu dibahas bersama DPR sebelum detail pembangunan diumumkan.

“Nanti kami mau ke DPR bulan ini, setelah itu nanti kami share,” kata Pandu, Selasa (11/11) di Wisma Danantara, Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut keterlibatan investasi Danantara diperlukan untuk memperkuat suplai ayam dan telur agar program MBG tidak kekurangan stok.

Selain Rp20 triliun untuk peternakan ayam, Danantara juga menyetujui investasi Rp371 triliun untuk akselerasi penghiliran sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan hortikultura. (ant/jpc)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Danantara #20 Triliun #peternakan ayam