PONTIANAK POST – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 300 warga Kabupaten Lumajang telah dipindahkan ke lokasi aman hingga Rabu (19/11) malam. Para pengungsi ditempatkan di dua titik, yaitu Balai Desa Oro-Oro Ombo dan SD 2 Supiturang, menyusul peningkatan aktivitas erupsi Gunung Semeru.
"Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dibantu unsur terkait telah mengevakuasi warga ke tempat pengungsian. Data sementara sebanyak 300 warga mengungsi sementara waktu di dua tempat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11).
Dari laporan BPBD, sekitar 200 warga berada di Balai Desa Oro-Oro Ombo dan 100 lainnya mengungsi di SD 2 Supiturang. Selain itu, sejumlah warga juga diarahkan ke Balai Desa Penanggal, namun jumlah pastinya masih dalam proses pendataan.
BNPB menyebutkan bahwa peningkatan erupsi telah berdampak pada tiga desa di dua kecamatan.
"Desa tersebut yaitu Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro," ucap Muhari.
Status Gunung Semeru Naik ke Level IV (Awas)
Melihat intensitas erupsi dan potensi ancaman bagi warga, status aktivitas Gunung Semeru dinaikkan dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas). Keputusan ini ditetapkan setelah Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB memantau potensi bahaya yang semakin meningkat.
"Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto telah memerintahkan jajaran untuk merespons perkembangan situasi dan dampak erupsi, khususnya dampak korban, kerusakan dan pengungsian," tegasnya.
Dengan status Awas, otoritas vulkanologi PVMBG menetapkan beberapa larangan dan imbauan bagi masyarakat, yaknit idak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.
Selanjutnya di luar jarak tersebut, masyarakat diminta menjauhi sempadan sungai dalam radius 500 meter karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar. Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah, mengingat risiko lontaran batu pijar.
"Berikutnya mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," pungkas Muhari. (*/r)
Editor : Miftahul Khair