Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

SDN Supiturang 02 Lumajang Hancur Diterjang Lahar Dingin Semeru, Siswa Kehilangan Tempat Belajar

Hanif PP • Sabtu, 22 November 2025 | 10:48 WIB

 

LULUH LANTAK: Kondisi SDN Supiturang 02 berada di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang hancur akibat erupsi Gunung Semeru.
LULUH LANTAK: Kondisi SDN Supiturang 02 berada di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang hancur akibat erupsi Gunung Semeru.

PONTIANAK POST – Sobri dan Sifa tak tahu harus melanjutkan sekolah di mana. Di hadapan mereka kemarin (21/11) pagi, SDN Supiturang 02, Lumajang, Jawa Timur, tempat mereka belajar selama ini, sudah rata dengan tanah akibat dampak erupsi Gunung Semeru.

“Ruang kelas saya yang di bagian pojok sini. Sekarang banyak batu besarnya,” kata Sobri, siswa kelas 5, sambil menunjuk bekas ruang kelasnya kepada Radar Jember Grup Jawa Pos.

Tak cuma Sobri dan Sifa yang menatap nanar sekolah mereka yang kini tinggal menyisakan pondasi akibat diterjang lahar dingin. Banyak kawan sekolah mereka lainnya juga berada di sana kemarin pagi. Para buyung dan upik itu mengelilingi bekas bangunan sambil sesekali menunjuk, “Ini ruang guru,” “Ini kelas 2,” atau “Itu kamar mandi.”

SDN Supiturang 02 berada di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Pada erupsi besar 2021, menurut kesaksian warga sekitar, sekolah tersebut justru aman.

Sumbersari dan Gumukmas merupakan dusun yang paling parah diterjang lahar dingin Semeru yang terjadi Rabu (19/11). Di kedua dusun itu, setidaknya 50 bangunan rumah warga hancur.

Pantauan Radar Jember, rata-rata rumah yang hancur hanya menyisakan pondasi dan jendela. Kemarin, banyak warga yang kembali ke rumah mereka untuk mengais barang yang terpendam pasir dan reruntuhan.

“Pasir di rumah saya tingginya sekitar 1,5 meter. Lemari, kulkas, bufet, dan tempat tidur hancur semua,” kata seorang ibu warga Dusun Sumbersari yang memperkenalkan diri sebagai Bu Samsul.

Yang bisa dia kais dari timbunan pasir dan reruntuhan hanya kasur, ijazah anak, dan sejumlah surat penting lainnya. “Barang yang bisa diselamatkan kami titipkan di rumah keluarga yang tidak kena dampak letusan,” kata Bu Samsul.

Dengan segala yang dia alami, dia tetap bersyukur masih bisa menyelamatkan diri bersama keluarga. Erupsi Rabu lalu memang terjadi siang dan petang, sehingga warga bisa leluasa menyelamatkan diri.

Tak ada korban jiwa dalam erupsi Semeru kali ini. Namun, semburan awan panas gunung setinggi 3.676 meter itu menyebabkan tiga orang mengalami luka bakar. Ratusan hewan ternak di Desa Supiturang juga tewas terpanggang.

Untuk memulihkan semua bangunan yang rusak, termasuk SDN Supiturang 02, jelas butuh waktu tidak sebentar. Padahal semester pertama tahun ajar 2025–2026 masih menyisakan sekitar sebulan lagi.

SD terdekat dari SDN Supiturang 02 adalah SDN Supiturang 04 yang berada di Dusun Supiturang. Itu pun saat ini dipakai sebagai tempat pengungsian.

“Ruang kelasnya saja hancur, bagaimana kami bisa sekolah lagi,” kata Sifa, yang juga duduk di kelas 5.

Namun, namanya juga anak-anak, tetap bisa melihat sisi tengil dari musibah. “Setidaknya kami bisa libur sekarang,” kata Sifa.

Perawatan Intensif

Sementara itu, ketiga korban luka bakar akibat erupsi Gunung Semeru menjalani perawatan intensif di RSUD Haryoto, Lumajang. Salah seorang korban yang berasal dari Kediri mengalami trauma saluran pernapasan atau trauma inhalasi.

Lima dokter spesialis terlibat dalam penanganan para korban: tiga dokter spesialis bedah dan dua dokter spesialis anestesi.

Adapun para korban adalah Haryono, 49, dan Normawati, 43, pasangan suami-istri asal Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Satunya lagi Husein, 49, warga Lumajang.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Haryoto Lumajang Yanna Susanti menjelaskan, saat ini ketiganya dalam kondisi stabil dan masih dalam pemantauan ketat oleh tim dokter. “Dua korban warga Kediri sudah dilakukan pembersihan luka sebanyak dua kali, sedangkan warga Lumajang baru satu kali,” ucapnya.

Menurutnya, salah seorang korban asal Kediri mengalami trauma pada saluran pernapasan akibat terlalu banyak menghirup zat beracun. Hal tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru dan jalur pernapasan.

“Pemulihan belum bisa dipastikan berapa lama. Kami upayakan penanganan yang cepat dan tepat melalui observasi untuk memantau perkembangannya,” katanya.

Puluhan Gempa

Dari pukul 00.00 sampai 12.00 kemarin, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 44 kali gempa. Namun, hingga pukul 17.00, kondisi kawah Semeru belum dapat teramati akibat asap yang menutupi.

Dengan kondisi tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak. “Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar,” ujar Kepala PVMBG Hadi Wijaya. “Juga, tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah atau puncak,” tambahnya. (jum/idr/dea/ian.ttg)

Editor : Hanif
#pondasi #SDN Supiturang 02 #hancur #semeru #bangunan hancur #lahar dingin semeru