Pengiriman logistik dipusatkan pada kebutuhan vital untuk membuka akses dan memperkuat respons tanggap darurat. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa perangkat komunikasi dan perlengkapan mobilitas menjadi prioritas.
"Itu hal-hal yang sangat diperlukan supaya pekerjaan-pekerjaan tanggap darurat ini semakin efisien," kata Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa tim Kementerian Pekerjaan Umum juga bergerak membuka jalur yang terputus akibat longsor di sejumlah titik. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan daerah terdampak kembali terakses secepat mungkin.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Curah Hujan Tinggi dan Banjir Rob pada Akhir November
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pengerahan A400 dan tiga Hercules merupakan instruksi langsung Presiden. Seluruh pesawat diberangkatkan pukul 07.30 WIB menuju beberapa titik pendaratan.
"Telah diberangkatkan empat pesawat atas instruksi langsung Bapak Presiden (Prabowo Subianto) tadi malam kepada seluruh jajaran. Tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di tanah air untuk terbang ke tiga provinsi terdampak bencana," ujar Teddy.
Pesawat-pesawat tersebut menjangkau Padang (Sumbar), Bandara Silangit (Tapanuli, Sumut), serta Banda Aceh dan Lhokseumawe (Aceh Utara). Teddy menekankan bahwa pengiriman bantuan sudah berlangsung sejak hari pertama bencana pada 25 November.
"Beberapa hari lalu sampai hari ini bantuan terus menuju ke sana," katanya.
Bantuan diterbangkan menggunakan pesawat TNI maupun pesawat sipil, mencakup logistik dasar dan perlengkapan khusus. Di antara yang dikirim: 150 tenda, 64 perahu karet, genset, serta 100 perangkat sinyal untuk memulihkan komunikasi.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Pontianak: Banjir, Puting Beliung, dan Ancaman Penurunan Tanah
"Agar komunikasi bisa dimulai kembali," ujar Teddy.
Selain itu, pemerintah mengirim makanan siap saji serta tim medis dari Kementerian Kesehatan dan TNI yang membawa obat-obatan, dokter, dan perawat. Teddy memastikan distribusi bantuan diprioritaskan hingga wilayah terdalam.
"Yang penting semua bantuan segera terbang ke lokasi, sampai daerah terdalam," tegasnya. (*)
Editor : Miftahul Khair