PONTIANAK POST – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap kota kelahirannya, Pacitan, Jawa Timur, bisa tumbuh seperti Davos, Swiss. Jadi kota kecil yang berkelas dunia. “Di Davos, setiap tahun pemimpin dunia datang, pemimpin bisnis, pimpinan politik, scientists, civil society semuanya berkumpul untuk berdialog,” ujar SBY dalam sambutan di sela meletakkan batu pertama proyek pembangunan Goed President Hotel Sabtu (29/11), seperti dikutip dari Radar Pacitan kemarin (20/11).
Menurutnya, Pacitan bisa mengambil inspirasi serupa. Namun, SBY tak menampik tantangan terbesar ada pada kesiapan infrastruktur, akomodasi, dan fasilitas pertemuan. “Ini kayaknya ayam dan telur. Dunia usaha tidak mau investasi jika supply dan demand belum jelas. Orang pun enggan datang kalau fasilitasnya belum ada,” terangnya.
Pembangunan Goed President Hotel – hotel bintang empat pertama di Pacitan – disebutnya sebagai titik awal pembenahan ekosistem wisata dan pertemuan. SBY memastikan keberadaan hotel baru tidak menggerus pasar hotel bintang satu dan dua. “Justru saling melengkapi. Ekonominya akan bergerak bersama,” ujar presiden keenam Indonesia itu.
SBY menggandeng pengusaha Hermanto Tanoko untuk membangun hotel tersebut. Hotel itu berdiri di lahan lebih dari 1,1 hektare di depan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani, Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan.
Perkuat Posisi Pacitan
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menilai pembangunan hotel itu memperkuat posisi Pacitan sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Dia menyebut kehadiran hotel butik berkelas internasional tersebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan berakar pada kearifan lokal.
“Pak SBY adalah mercusuar inspirasi bagi anak-anak Pacitan. Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi siap melayani tamu dan memperkuat sektor kreatif,” ujarnya,.
Hermanto menyebut, investasi yang digelontorkan mencapai Rp 100 miliar. Kehadiran hotel ini diproyeksikan menjadi katalis pengembangan pariwisata Pacitan dan ikon hospitality modern di kawasan selatan Jawa Timur. “HGB (hak guna bangunan) cepat sekali, birokrasi nol hambatan, izin one day service. Ini yang membuat saya yakin mengajak investor nasional,” ujarnya. (hyo/den/ttg)
Editor : Hanif