Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Penginapan di Badung Kebanjiran, Seorang WNA Tewas dan 150 Wisatawan Dievakuasi

Hanif PP • Senin, 15 Desember 2025 | 10:52 WIB

 

DAMPAK SIKLON: Warga Negara Asing melintas di genangan banjir di Legian dan anak-anak asyik bermain air kemarin (14/12/2025
DAMPAK SIKLON: Warga Negara Asing melintas di genangan banjir di Legian dan anak-anak asyik bermain air kemarin (14/12/2025

PONTIANAK POST – Cuaca ekstrem mengakibatkan sejumlah wilayah di Bali kebajiran. Di Badung, sekitar 150 wisatawan harus dievakuasi karena air merendam penginapan. Seorang WNA ditemukan tewas di gorong-gorong diduga karena terseret arus. Di Denpasar, 20 rumah warga dan sekolah diterjang banjir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan, tingginya curah hujan dari Sabtu malam (13/12) lalu menyebabkan banjir di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Kunti II, Badung. Tim gabungan telah mengevakuasi warga pada kemarin (14/12) dini hari hingga pagi. ”Ketinggian air mencapai satu meter,” ucapnya saat ditemui di Jalan Kunti II, Seminyak, Badung, kemarin.

Ketinggian air mulai berkurang setelah petugas mengoperasikan pompa air. Menurut Agung, lebih dari 150 wisawatan di Jalan Kunti II dan sekitarnya yang dievakuasi.

Penyebab banjir di Jalan Kunti II, kata dia, dipicu tingginya curah hujan dan sistem drainase yang terhambat. Sehingga, dibutuhkan penataan tata ruang agar saluran air lebih optimal. ”Di daerah ini (Jalan Kunti II) sudah sering banjir,” terang Agung.

Penemuan Jasad

Warga Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, menemukan jasad WNA yang tersangkut di gorong-gorong Jalan Krisnantara sekitar pukul 07.00 WITA kemarin. Identitas korban itu belum diketahui.

Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Mangusada, Kapal, untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Salah seorang saksi, Edi menyatakan, warga mengira korban hanya terjebak di gorong-gorong. ”Setelah dicek lebih dekat, ternyata WNA itu sudah meninggal,” paparnya.

Kondisi Denpasar

Hujan lebat yang mengguyur Denpasar pada Sabtu (13/12), menyebabkan banjir di beberapa titik. Salah satunya di Perumahan Buana Permai, Kelurahan Padangsambian, Denpasar. Itu merupakan titik langganan banjir.

Kalaksa BPBD Denpasar IB Joni Ariwibawa mengungkapkan, terdapat 20 warga yang dievakuasi di Perumahan Buana Permai. ”Korban diungsikan ke hunian yang tidak kebanjiran. Ada juga yang mengungungsi ke keluarganya,” jelasnya.

Operator Pusdalops BPBD Denpasar Putu Darma Putra Setyawan menambahkan, evakuasi dilakukan pada pukul 02.30 WITA. Waktu itu, ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Saat proses evakuasi, ada bayi, anak-anak, hingga lansia yang terjebak banjir.

Jalan Pura Demak juga dilanda banjir setinggi dada orang dewasa. Namun, tak ada warga yang dievakuasi. Ketinggian air berangsur turun setelah disedot memakai mobil pompa PUPR.

Satu sekolah, yakni SDN 11 Padangsambian juga terendam air. Ruangan guru, kepala sekolah, dan bangunan baru yang sudah ditinggikan terkena banjir. Sari, salah seorang warga banjir tahun ini lebih parah ketimbang sebelumnya. ”Dulu hanya sebatas lutut,” ujarnya.

Tanah Longsor di Probolinggo

Bencana tanah longsor melanda empat desa di Probolinggo, Jawa Timur. Yakni di Desa Sumberduren dan Desa Plaosan, Kecamatan Krucil; Desa Sapih, Kecamatan Lumbang; dan Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. ”Di Desa Sapih seorang warga tertimpa material longsor,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah.

Menurut dia, warga yang terdampak longsor telah diberikan bantuan logistik kebencanaan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan yang terdampak bencana.

Lebih lanjut, Zubaidullah mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. ”Juga perlu diperhatikan imbauan kesiapsiagaan bencana dari pihak-pihak yang berwenang,” jelasnya. (ar/hn/dre/idr/aph)

               

 

 

Editor : Hanif
#bali #wna #tewas #evakuasi #Cuaca Ekstrem #badung #banjir