PONTIANAK POST - Menjelang pergantian tahun 2025, umat Islam mulai bersiap menyambut salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah, yakni Rajab.
Bulan ini kerap dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, termasuk puasa, sebagai pemanasan spiritual sebelum Ramadan tiba.
Keistimewaan Bulan Rajab
Puasa Rajab merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Bulan ini termasuk satu dari empat bulan haram yang dimuliakan, selain Zulqa’dah, Zulhijah, dan Muharam.
Bulan ketujuh dalam kalender Hijriah ini juga dikenal sebagai momentum sakral karena peristiwa Isra Mikraj diperingati di dalamnya.
Bulan ini sering disebut sebagai gerbang awal menuju Ramadan. Para ulama mengibaratkannya sebagai bulan menanam benih, sementara Syaban menjadi masa menyiram, dan Ramadan adalah waktu memanen pahala.
Karena itu, banyak Muslim memanfaatkannya untuk memperkuat ibadah dan kesiapan batin.
Jadwal Puasa Rajab 1447 H
Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh di bulan ini, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah.
Anjuran ini diperkuat oleh hadis yang diriwayatkan At Tabrani dari Syaid bin Rasyid:
“Barang siapa yang berpuasa sehari di Bulan Rajab laksana berpuasa setahun. Apabila berpuasa tujuh hari, maka ditutupkan darinya pintu neraka jahanam. Barang siapa berpuasa delapan hari, maka dibukakan delapan pintu surga dan Allah mengabulkan semua permohonannya”.
Mengacu pada kalender Hijriah yang berlaku di Indonesia, bulan Jumadil Akhir 1447 H diperkirakan berakhir pada pertengahan Desember 2025.
Dengan demikian, 1 Rajab 1447 H diprediksi jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025 atau Senin, 22 Desember 2025, tergantung hasil rukyatul hilal.
Awal bulan yang berdekatan dengan libur akhir tahun ini bisa menjadi momen tepat bagi keluarga Muslim untuk mengisi waktu dengan puasa sunnah, mengenalkan ibadah kepada anak, serta memperbanyak amal kebajikan.
Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Rajab 1447 H
Selama bulan ini, terdapat beberapa pilihan puasa sunnah yang dapat dikerjakan untuk meraih keutamaan pahala.
- Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Untuk Rajab 1447 H, jadwalnya diperkirakan sebagai berikut:
- 13 Rajab 1447 H: Jumat, 2 Januari 2026
- 14 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
- 15 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
- Puasa Senin dan Kamis
Puasa Senin–Kamis juga dapat dikerjakan secara rutin selama bulan ini. Perkiraan jadwalnya antara lain:
- Desember 2025: 22, 25, dan 29 Desember
- Januari 2026: 1, 5, 8, 12, 15, dan 19 Januari (hingga akhir Rajab)
Baca Juga: Rahasia Keberkahan Bulan Rabiul Awal, Melalui Amalan Sederhana dan Keutamaan yang Luar Biasa
Keutamaan Puasa Rajab
Puasa sunnah di bulan ini memiliki sejumlah keutamaan yang sayang untuk dilewatkan, di antaranya:
- Pahala Dilipatgandakan: Bulan ini termasuk bulan haram, sehingga amal ibadah bernilai lebih besar.
- Latihan Menyambut Ramadan: Puasa pada bulan ini membantu mempersiapkan fisik dan mental sebelum memasuki bulan suci.
- Sarana Penghapus Dosa: Puasa sunnah dapat menjadi wasilah pengampunan dosa-dosa kecil yang telah lalu.
Dengan mengetahui jadwal serta keutamaannya, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan bulan Rajab 1447 H untuk meningkatkan kualitas ibadah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)
Editor : Miftahul Khair