Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kembang Api Tahun Baru di Kamp Pengungsi Tapteng Picu Pro dan Kontra Netizen

Agus Liani • Jumat, 2 Januari 2026 | 17:15 WIB
Perayaan Tahun Baru di Lokasi Pengungsian Korban Bencana Tapanuli Tengah Sumatra Utara.
Perayaan Tahun Baru di Lokasi Pengungsian Korban Bencana Tapanuli Tengah Sumatra Utara.

PONTIANAK POST - Tapanuli Tengah sedang menjadi perbincangan publik, setelah Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara Masinton Pasaribu mengunggah video suasana pengungsian korban bencana dalam menyambut Tahun Baru 2026.

Dalam video tersebut terlihat adanya pesta kembang yang digelar dalam penyambutan pergantian tahun tersebut.

Dalam video yang diunggah pada Kamis (1/1/) dalam narasi "Selamat Tahun Baru 2026," tersebut, terdapat kembang api berukuran besar yang ditancapkan di tanah yang dihidupkan secara bersama-sama dengan latar belakang tenda BNPB setelah itu diiringi lagu Tabole Bale.

Dalam Unggahan yang disukai 15,2 ribu dan komen 1.333 tersebut terdapat perdebatan antara netizen yang terbagi menjadi dua, ada yang menyayangkan hal tersebut, dari akun pank25 yang mengatakan bahwa di daerah lain perayaan Tahun Baru tidak ada kebang api kerena berempati terhadap bencana sumatera.

"Padahal di daerah lain sampe bela2in ga pesta kembang api demi alasan empati, rupanya di daerah bencananya malah pesta kembang api. Selamat tahun baru semua, semoga semakin membaik lagi disana ya."

Sementara dari akun nasrulmuhamad69, juga mengatakan bahwa banyak bupati yang melarang kembang api untuk menghargai sumatera dan aceh tetapi tempat bencana tidak.

"Banyak bupati yang melarang menyalakan kembang api karena untuk menghargai sumatera dan aceh yang terkena bencana, tapiiii.... ah sudah lah selamat tahun baru untuk semua hehe."

Tidak sedikit pula yang sepakat dengan hal dilakukan dan menganggap hal ini wajar, dari akun hernaricehhtg mengatakan perayaan ini sebagai setetes kebahagian yang dapat dirasakan oleh para pengungsi Tapanuli Tengah.

"Sudah kering air mata mereka..biarlah di malam tahun baru ini mereka bersuka cita merasakan setetes kebahagian walaupun hanya melihat percikan kembang api diatas langit. selamat tinggal duka cita selamat datang suka cita."

Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa kembang api yang dihidupkan sejak membuat pengungsi melupakan kesedihan oleh akun zamzam_achamad.

"Kembang api yang membuat mereka melupakan kesedihan..Selamat tahun baru bang bupati."

Sebelumnya diketahui Tapteng merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana pada November lalu dan merupakan tempat dengan korban terbanyak di wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 1 Januari 2026, ada 1.156 korban meninggal dunia dalam bencana di Sumatra. (*)

Editor : Miftahul Khair
#netizen #viral #pengungsian #Sumatra Utara #masinton pasaribu #Korban Bencana #kembang api #tapanuli tengah