PONTIANAK POST - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengklaim bahwa program makan bergizi gratis (MBG) memiliki tingkat keberhasilan hingga 99,99 persen.
Hal tersebut dikatakannya saat melakukan taklimat bersama para kabinet merah putih di Hambalang, pada Selasa (6/1).
Menurutnya, dengan merujuk statistik dan objektif untuk perlu bersyukur atas capaian.
"Kalau kita pelajari dengan objektif, statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil," kata Prabowo.
Presiden Prabowo tetap optimis, walau para pakar banyak nyinyir MBG tidak akan berhasil.
Ia mengajak para menterinya untuk membuktikan kepada mereka bahwa MBG berhasil dan dinanti oleh semua rakyat.
Prabowo melakukan pertemuan tersebut untuk membahas situasi mutakhir yang dihadapi bangsa Indonesia.
Menurutnya, negara Indonesia memiliki kekuatan. Negara telah mampu membuktikan kepada rakyat dan elitnya, bahwa Indonesia punya kekuatan besar.
Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada para menteri yang telah membantunya dalam memimpin Indonesia.
Prabowo menyebut dasar dari MBG ini sederhana. Ia mengatakan dari beberapa kajian 1 dari 5 anak Indonesia kekurangan gizi.
"Ternyata puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi. Banyak juga makan mereka hanya nasi dengan daun-daun," ucap Presiden ke-8 itu.
Selain itu, Prabowo juga menyebut program ini sudah mencapai 55 juta penerima manfaat.
Ia juga mengucap rasa bangga atas capaiannya dengan membandingkan negara lain dalam hal ini adalah Brazil.
"Presiden Brazil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta. Kita 1 tahun mencapai 55 juta penerima manfaat," terang dia.
Prabowo juga mengucap rasa bangganya atas capaian soal cadangan beras. Menurutnya, cadangan beras yang dimiliki oleh Indonesia saat ini telah melampaui sejarah berdirinya Indonesia.
"Saya merasa cukup besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita, di gudang-gudang Pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama berdirinya Republik Indonesia," katanya.
"Pernah di Pemerintahan Presiden Soeharto di puncaknya kita pernah memiliki cadangan beras 2 juta ton. Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton," ujar Prabowo. (*)
Editor : Miftahul Khair