Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Operasi SAR Longsor Bandung Barat: 38 Jenazah Ditemukan, Data Korban Hilang Terus Dipantau

Hanif PP • Selasa, 27 Januari 2026 | 11:42 WIB

 

EVAKUASI JENAZAH: Petugas melakukan Evakuasi Jenazah korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
EVAKUASI JENAZAH: Petugas melakukan Evakuasi Jenazah korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

PONTIANAK POST – Petugas SAR gabungan kembali menemukan sembilan korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/1). Hal itu disampaikan Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, kemarin. Dikutip dari Radar Bandung (Grup Jawa Pos), sembilan jenazah yang dimasukkan dalam sembilan body pack tersebut langsung diserahkan kepada tim DVI Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi. Dengan demikian, hingga kemarin tim SAR berhasil menemukan 34 kantong. "Jadi, berdasar laporan dari kepala desa, yang masih dalam pencarian sebanyak 46 orang," katanya.

Sementara itu, ada kejadian memilukan  dalam proses pencarian korban. Petugas menemukan tiga jasad dalam posisi saling berpelukan. Posisi tiga jenazah itu ada di ruang tamu rumah yang telah ambruk terkena longsor. Tiga jenazah itu diketahui adalah Ujang Koswara, 41, dan istrinya Ai Sumarni, 36, serta anak mereka, Nina Haerunisa, 16. Mereka diduga terjebak saat berusaha menyelamatkan diri dari longsor.

Ai, 47, kakak Ujang Koswara, tak kuasa menahan tangis saat mendengar kabar tersebut. Dia menyaksikan langsung proses evakuasi tiga jenazah tersebut. Saat itu, Ai merasa seakan langit runtuh di hadapannya. Namun di balik duka, Ai mengaku bersyukur karena keluarganya akhirnya ditemukan setelah sempat tertimbun tanpa kepastian.

Proses pencarian akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan pengerahan personel gabungan dan 12 unit alat berat. Tambahan tiga alat berat diterima pada hari yang sama untuk mempercepat penggalian material longsor di sejumlah titik terdampak. Ade Dian menjelaskan, cuaca sempat menjadi hambatan pada pagi hari karena hujan dan kabut tebal. Namun, kondisi membaik pada siang hingga sore hari sehingga pencarian dapat dimaksimalkan.

“Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait status tanggap darurat bencana, operasi SAR direncanakan akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh,” ujar Ade Dian.

Dari sisi identifikasi korban, Kepala Biro Operasi Polda Jawa Barat Kombes Pol La Ode Aries El Fathar menyampaikan bahwa hingga Senin sore, sebanyak 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dan diserahkan kepada keluarga. Proses identifikasi terhadap korban lainnya masih berlangsung di posko DVI.

La Ode juga mengonfirmasi bahwa jumlah laporan orang hilang bersifat dinamis. Data awal menunjukkan sebanyak 108 orang dilaporkan hilang, namun angka tersebut terus diperbarui seiring proses verifikasi di lapangan. “Data korban hilang masih terus bergerak dan tidak bersifat pasti,” katanya.

Sementara itu, jumlah pengungsi akibat longsor terus bertambah. Ratusan warga Kampung Pasir Kuning masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian hingga Senin. Sekurangnya 900 orang kini mengungsi di Posko Kantor Desa Pasirlangu dan Gedung Olahraga Pasirlangu. Incident Commander (IC) Bencana Longsor Ade Zakir menyebutkan, jumlah pengungsi meningkat signifikan sejak hari pertama kejadian.

“Awalnya tercatat 134 orang, kemudian naik menjadi sekitar 700 orang, dan sekarang lebih dari 900 orang. Kami lakukan pendataan ulang agar warga yang berada di zona aman bisa kembali ke rumah,” kata Ade Zakir.

Dua Zona

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan langkah berbasis kajian ilmiah untuk menentukan zona aman dan zona berbahaya di wilayah terdampak longsor. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, tim khusus dari Badan Geologi akan diterjunkan untuk memetakan zona merah dan zona hijau. “Kami melakukan sinkronisasi antara BNPB, Pemprov Jawa Barat, dan Pemkab Bandung Barat agar penanganan bencana berjalan efektif, terutama dalam pengelolaan pengungsi,” ujar Herman.

Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan warga yang boleh kembali ke rumah di zona hijau, sementara warga di zona merah harus tetap mengungsi. “Pendekatannya berbasis sains agar jelas wilayah yang aman dan yang harus dikosongkan,” katanya.

Herman memastikan kebutuhan dasar pengungsi seperti logistik, dapur umum, dan layanan kesehatan tersedia di posko pengungsian. Warga terdampak juga telah menerima santunan dari Pemprov Jawa Barat. Sebagian warga di zona merah memperoleh bantuan uang kontrakan dan biaya hidup sebesar Rp10 juta per kepala keluarga.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan total Rp1,3 miliar untuk bantuan uang kontrakan bagi warga terdampak longsor. Bantuan tersebut bertujuan agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian. “Daripada menumpuk di pengungsian, lebih baik mencari kontrakan. Setiap kepala keluarga kami siapkan Rp10 juta sebagai bekal hidup sementara,” kata Dedi, Senin (26/1). Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga menyiapkan santunan kematian sebesar Rp25 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia.

Aktivitas pendidikan di sekitar lokasi bencana turut terdampak. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Asep Dendih mengatakan, tiga sekolah di Desa Pasirlangu sementara melaksanakan pembelajaran daring, yakni SD Negeri 1 Pasirlangu, SD Negeri Karyabakti, dan SD Negeri Cinta Bakti. Kebijakan tersebut diterapkan karena sekolah berada paling dekat dengan area longsor dan dimanfaatkan sebagai dapur umum serta posko pengungsian.

Perkuat Pencarian

Upaya pencarian korban terus diperkuat. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, sebanyak 250 personel terlatih dan lebih dari 450 personel tambahan dikerahkan. Operasi didukung 12 drone UAV untuk pemantauan udara serta anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi korban di bawah timbunan longsor.“Alat berat belum sepenuhnya bisa masuk karena struktur tanah masih labil seperti pasir,” kata Syafii.

BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menekan intensitas hujan. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencarian korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi, hingga pemulihan pascabencana.

Gubernur Jawa Barat juga memastikan kawasan longsor akan dihijaukan kembali sebagai bagian dari penataan ruang. Dedi menilai kondisi kaki Gunung Burangrang sudah mengkhawatirkan akibat tanah labil dan pola perkebunan sayur yang masif. “Setelah warga direlokasi, kawasan ini akan dihutankan kembali,” katanya. (jpc)

Editor : Hanif
#bandung barat #tim sar #Korban Longsor #jenazah #Korban Hilang