Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

MUI Ragukan Board of Peace, Prabowo Siap Keluar Jika Tak Bela Palestina

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 4 Februari 2026 | 14:15 WIB

Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis.
Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis.

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo menegaskan kesiapannya untuk mundur dari Board of Peace (BoP) apabila forum perdamaian besutan Donald Trump tersebut tidak memperjuangkan kemerdekaan atau tidak memberikan kemaslahatan bagi Palestina.

Pernyataan tegas itu disampaikan Presiden sebagai respons atas keraguan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace.

Dilansir dari laman MUI, komitmen itu disampaikan dalam acara silaturahmi Presiden Prabowo bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam pada Selasa (3/2) di Istana Negara, Jakarta Pusat.

“Permintaan itu dijawab oleh Pak Presiden bahwa di dalam keanggotaan BoP itu tidak harus mengikuti semuanya. Jadi kalau ada langkah atau aksi yang tidak cocok maka Indonesia akan abstain dan absen. Yang kedua, kalau memang tidak membuat maslahah dalam perkembangan waktu maka Presiden tidak segan-segan akan keluar dari BoP,” ujar Cholil Nafis, Wakil Ketua Umum MUI.

Baca Juga: Dino Patti Djalal Soroti Posisi Indonesia di Board of Peace: Jangan Sampai Dianggap Anak Buah Trump

Keraguan MUI atas Board of Peace

Sebelumnya, melalui Cholil, MUI menyampaikan keraguan sekaligus sikap skeptis terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace.

Keraguan tersebut muncul karena rekam jejak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai inisiator forum perdamaian itu dinilai tidak menunjukkan komitmen kuat terhadap perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Namun, Wakil Ketua MUI itu menuturkan bahwa Presiden menjelaskan keterlibatan Indonesia justru merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui pendekatan dari dalam forum tersebut.

“Nah, Presiden menyatakan akan memperbaiki dari dalam. Nah, kami mengatakan skeptis karena pertama, Trump jejaknya itu tidak membela terhadap Palestina dan Israel, Netanyahu sampai sekarang tidak mengakui terhadap kemerdekaan Palestina,” tuturnya seusai pertemuan. 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Presiden menegaskan sikap Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi, karena bertentangan dengan konstitusi, UUD 1945, serta nilai-nilai ajaran Islam.

Baca Juga: Waketum MUI Cholil Nafis Soroti Media yang Tampilkan Simbol Agama pada Foto Koruptor

Komitmen dalam Perjuangan Membela Palestina

Presiden juga menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan dan membela kemerdekaan Palestina, termasuk melalui keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace.

“Tadi itu kita dengan Presiden sepakat Indonesia menolak segala bentuk penjajahan karena menurut keyakinan umat Islam dan konstitusi kita, undang-undang dasar itu menolak segala bentuk penjajahan. Yang kedua kita sepakat bahwa kita membela kemerdekaan Palestina,” jelas Cholil.

MUI meminta pemerintah Indonesia memastikan bahwa upaya perdamaian yang diperjuangkan melalui Board of Peace tidak mengarah pada skema perdamaian versi Donald Trump, yang dinilai kerap merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Selain itu, MUI juga menekankan agar rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Palestina tidak disalahgunakan menjadi alat untuk menekan Hamas maupun kelompok perjuangan pro Palestina lainnya yang berpotensi menguntungkan Israel.

“Kita minta pembangunan itu adalah tidak hanya damai menurut versi Trump dan Netanyahu tetapi merdeka rakyat Palestina. Itu kita minta. Yang ketiga, kita minta agar pasukan-pasukan kita ini ketika diberangkatkan ke sana jangan sampai menjadi alat pemukul orang yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina seperti Hamas dan lain-lain,” pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#MUI #palestina #donald trump #prabowo #Board of Peace