PONTIANAK POST – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari tidak berdiri sendiri.
Setelah gempa utama terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya rangkaian gempa susulan dalam waktu satu jam berikutnya.
BMKG mencatat gempa susulan pertama terjadi sekitar lima menit pascagempa utama, dengan kekuatan magnitudo 3,7.
Aktivitas seismik kemudian berlanjut dengan total 12 kali gempa susulan yang terdeteksi dalam satu jam terakhir.
Baca Juga: Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 6,5 Dini Hari, Getaran Terasa hingga Jogja dan Semarang
Mayoritas gempa susulan tersebut memiliki kekuatan relatif kecil, dengan magnitudo berkisar antara 2,1 hingga 2,4.
Berdasarkan pemantauan BMKG, intensitas gempa susulan menunjukkan tren menurun seiring waktu.
BMKG menjelaskan bahwa pola gempa susulan seperti ini masih tergolong normal dan merupakan bagian dari proses pelepasan serta penyesuaian energi setelah terjadinya gempa utama. Seiring berjalannya waktu, aktivitas susulan diperkirakan akan semakin melemah.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di wilayah pesisir selatan Jawa Timur.
Warga diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari instansi berwenang.
Baca Juga: Aktivitas Seismik Meningkat, BMKG Catat 21 Kejadian Gempa di Kalimantan pada Januari 2026
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi terkait kerusakan besar akibat rangkaian gempa tersebut. Kondisi di sejumlah wilayah yang sebelumnya merasakan guncangan dilaporkan mulai kembali kondusif. (*)
Editor : Miftahul Khair