Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Benarkah Stok BBM Indonesia Tinggal 20 Hari? Ini Penjelasan Dewan Energi Nasional

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 9 Maret 2026 | 13:15 WIB

ILUSTRASI: Antrean panjang tampak di salah satu SPBU di Kota Putussibau. Antrean panjang ini diakibatkan dari pasokan BBM ke Kapuas Hulu minim.
ILUSTRASI: Antrean panjang tampak di salah satu SPBU di Kota Putussibau. Antrean panjang ini diakibatkan dari pasokan BBM ke Kapuas Hulu minim.

PONTIANAK POST - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dipastikan dalam kondisi aman.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir atau panik karena pasokan BBM tetap terjaga oleh Pertamina.

Melansir Antara (8/3), Kholid mengatkan informasi mengenai cadangan BBM sekitar 20 hari sering disalahpahami.

Cadangan tersebut bukan berarti persediaan akan habis setelah periode tersebut, karena Pertamina terus melakukan stabilisasi stok melalui pasokan baru secara berkelanjutan.

“Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi,” ujar Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Baca Juga: Polda dan Pemerintah Antisipasi Antrean BBM di Kalbar, Pertamina Pastikan Stok Aman

3 Jenis Cadangan BBM Nasional

Kholid menjelaskan bahwa dalam sistem energi nasional terdapat tiga jenis cadangan, yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional.

Cadangan sekitar 20-23 hari yang sering disebutkan sebenarnya merupakan cadangan operasional yang disediakan oleh badan usaha, dalam hal ini Pertamina. Cadangan ini bersifat sirkuler, artinya stok terus keluar masuk.

Jika persediaan digunakan, maka perusahaan akan kembali memasoknya melalui sumber produksi dalam negeri maupun impor.

“Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk. Jadi stok itu terus berputar,” jelas Kholid.

Baca Juga: Isu Cadangan BBM Picu Antrean di SPBU, Wakil Ketua DPRD Kalbar Minta Warga Tetap Tenang

Pemerintah Wajib Sediakan Cadangan Penyangga Energi

Sementara itu, cadangan penyangga energi bersifat mandatori dan harus disediakan pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi.

Kholid menegaskan, ketersediaan BBM nasional tetap aman bahkan menjelang Idulfitri. Cadangan untuk beberapa jenis bahan bakar bahkan lebih tinggi, seperti Pertalite yang mencapai sekitar 28 hari dan Pertamax sekitar 29 hari. Selain itu, stok Avtur untuk kebutuhan penerbangan juga dipastikan mencukupi.

Ia juga menambahkan bahwa Pertamina masih terus memproduksi minyak melalui kegiatan pengeboran, eksplorasi, serta penambahan cadangan energi.

Cadangan Operasional BBM Indonesia Lebih Tinggi dari Beberapa Negara

Senada dengan Kholid, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro menjelaskan bahwa cadangan sekitar 20 hari merupakan inventory operasional yang berada di fasilitas penyimpanan.

Menurutnya, angka tersebut tidak berarti pasokan akan habis dalam 20 hari karena distribusi BBM terus berjalan seiring dengan pasokan baru yang masuk.

“Ketika dijual hari ini, misalnya seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu bahkan lebih. Karena bisnis mereka harus terus berjalan,” ujar Komaidi.

Ia juga menyebut bahwa cadangan operasional Indonesia bahkan lebih tinggi dibanding beberapa negara lain, seperti Vietnam yang memiliki cadangan operasional sekitar 15 hari, dan Laos sekitar 10 hari.

Baca Juga: Ketua DPRD Pontianak Minta Warga Tidak Panik Soal Pasokan BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

Masyarakat Diminta Tidak Panik Jelang Lebaran

Menjelang Idulfitri, Komaidi berharap masyarakat tetap tenang karena distribusi BBM telah dipersiapkan dengan baik oleh Pertamina, termasuk melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri.

Ia memastikan stok BBM di berbagai wilayah Indonesia saat ini dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan.

“Stok di masing-masing wilayah saya kira sudah aman,” katanya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#cadangan #stok #dewan energi nasional #Pertamina #bbm #pasokan