Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik Meski Harga Minyak Dunia Tembus 118 Dolar per Barel

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 10 Maret 2026 | 11:36 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan cadangan BBM nasional aman sampai Lebaran.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan cadangan BBM nasional aman sampai Lebaran.

PONTIANAK POST - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia melonjak hingga 118 dolar AS per barel.

“Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM subsidi,” ujar Bahlil dikutip dari Jawa Pos (9/3).

Ia menegaskan, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar masyarakat tidak terbebani, terutama menjelang bulan puasa dan perayaan Idul Fitri.

Baca Juga: Benarkah Stok BBM Indonesia Tinggal 20 Hari? Ini Penjelasan Dewan Energi Nasional

Pasokan BBM Dijamin Aman

Selain memastikan harga tidak naik, Bahlil juga menjamin ketersediaan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi agar distribusi BBM tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Pasokan tidak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, tidak ada masalah,” kata Bahlil.

Harga Minyak Dunia Melonjak

Sementara itu, harga minyak mentah global jenis Brent Crude Oil dilaporkan menyentuh 118 dolar AS per barel, level tertinggi sejak 17 Juni 2022, menurut laporan Sputnik.

Lonjakan harga minyak tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Ketegangan meningkat setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan pada 28 Februari 2026. Konflik tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer Iran.

Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan yang menargetkan pangkalan militer AS, fasilitas diplomatik, hingga beberapa kota di Israel.

Baca Juga: Antrean Panjang di SPBU di Daerah Hulu, DPRD Kalbar Minta Pertamina Sidak Harga BBM

Pada Minggu (8/3), AS dan Israel kembali melancarkan serangan udara ke fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran, termasuk Depo Minyak Shahran, yang dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Meski harga minyak dunia melonjak akibat konflik geopolitik tersebut, pemerintah Indonesia memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil untuk menjaga daya beli masyarakat. (*)

Editor : Miftahul Khair
#minyak dunia #harga pertalite #menteri esdm #Tidak Naik #bbm #Timur Tengah #bahlil