Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kick-Off CAEXPO-CABIS Ke-23: Indonesia Targetkan Perluas Penetrasi Pasar Ekspor di Tiongkok

Salman Busrah • Jumat, 13 Maret 2026 | 21:11 WIB

Peluncuran persiapan partisipasi Indonesia dalam ajang CAEXPO-CABIS ke-23 digelar secara daring dan luring di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Peluncuran persiapan partisipasi Indonesia dalam ajang CAEXPO-CABIS ke-23 digelar secara daring dan luring di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

PONTIANAK POST - Kementerian Perdagangan RI secara resmi meluncurkan persiapan partisipasi Indonesia dalam ajang The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) 2026.

Acara kick-off ini menandai kesiapan Indonesia untuk kembali berpartisipasi dalam pameran perdagangan terbesar antara Tiongkok dan ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada 17–21 September 2026 di Nanning International Exhibition Center (NICEC), Guangxi, Tiongkok.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menggalang sinergi nasional demi menyukseskan partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026.

Acara peluncuran yang digelar secara daring dan luring tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Fajarini Puntodewi yang mewakili Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Turut hadir Wakil Ketua KADIN Andi Azhar Cakra Wijaya, Direktur Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Miftah Farid, serta para pelaku usaha dari berbagai sektor unggulan.

Dalam sambutan yang dibacakan Dirjen PEN, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa CAEXPO, yang pada tahun lalu melibatkan 3.260 perusahaan dari 60 negara, bukan sekadar pameran rutin, melainkan jembatan strategis untuk memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global, khususnya Tiongkok.

Pada 2025, total nilai perdagangan Indonesia–Tiongkok menunjukkan kinerja yang kuat dengan nilai menembus lebih dari USD 130 miliar.

Komoditas seperti besi baja, batu bara, serta minyak sawit (CPO) masih menjadi pilar utama, namun pemerintah terus mendorong diversifikasi ke produk manufaktur dan pangan olahan.

“Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama kita. Melalui CAEXPO ke-23 ini, kita ingin memastikan produk-produk bernilai tambah hasil karya anak bangsa tidak hanya sekadar hadir, tetapi mampu bersaing dan memperkuat posisi di pasar regional. Pemerintah berkomitmen penuh mendukung pelaku usaha memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kinerja neraca perdagangan,” ujar Mendag Budi Santoso.

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi memaparkan optimisme berdasarkan capaian pada tahun sebelumnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada gelaran CAEXPO-CABIS 2025, delegasi Indonesia yang hadir di Paviliun Indonesia (Hall D), City of Charm, dan Paviliun AI berhasil mencatatkan peningkatan transaksi hingga 400 persen dibandingkan tahun 2024.

Selain transaksi langsung pada ajang internasional yang menyedot sekitar 226.000 pengunjung tersebut, delegasi Indonesia juga membukukan sejumlah kesepakatan investasi dengan total nilai mencapai Rp2,18 triliun.

Delegasi Indonesia menghadirkan lebih dari 100 pelaku usaha yang berhasil menjangkau jaringan pembeli internasional.

“Melihat capaian 2025 yang sangat signifikan, kami yakin potensi pada 2026 akan jauh lebih besar. Kami akan lebih selektif dalam mengurasi produk yang memiliki permintaan tinggi di Tiongkok, mulai dari produk pangan olahan, furnitur, hingga komoditas strategis lainnya,” ungkap Fajarini Puntodewi.

Pada 2026, Indonesia diharapkan berperan sebagai mitra strategis utama dengan fokus pada produk unggulan dan industri bernilai tambah, promosi investasi dan kawasan industri, penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok regional, serta kolaborasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Adapun penyelenggaraan partisipasi Indonesia pada 2026 kembali dipercayakan kepada PT Pandu Arjuna (PAR) Indonesia sebagai panitia pelaksana. Di bawah kepemimpinan Guspiabri Sumowiguno, PT PAR berkomitmen menghadirkan Paviliun Indonesia yang lebih inovatif dan representatif.

“Kami merasa terhormat kembali dipercaya sebagai pelaksana CAEXPO-CABIS ke-23. Sebagaimana kesuksesan yang diraih pada 2025, tim kami telah menyiapkan strategi promosi dan pengaturan teknis yang lebih matang. Kami berharap CAEXPO 2026 menjadi momentum bagi lebih banyak UKM dan perusahaan besar Indonesia untuk menembus pasar internasional secara lebih luas,” tutur Guspiabri Sumowiguno. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#ekspor #indonesia #china #CABIS #perdagangan #kadin #ASEAN #tiongkok #CAEXPO