Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Presiden Prabowo Minta Kabinet Siapkan Langkah Penghematan BBM Hadapi Gejolak Global

Hanif PP • Selasa, 17 Maret 2026 | 10:33 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

PONTIANAK POST – Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih menyiapkan langkah antisipasi menghadapi gejolak global yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia. Salah satu opsi yang diminta untuk dikaji adalah kebijakan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), termasuk kemungkinan penerapan kerja dari rumah atau Work from Home (WFH).

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3). Menurut Prabowo, konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah dan dinamika geopolitik global dapat berdampak langsung terhadap harga energi, termasuk BBM. Kondisi itu pada akhirnya juga berpotensi memengaruhi harga pangan.

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Ini tentu memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh menganggap situasi di luar negeri tidak akan berpengaruh terhadap kondisi dalam negeri. Karena itu, langkah antisipatif perlu segera disiapkan, salah satunya melalui penghematan konsumsi BBM.

Prabowo menyebut sejumlah negara telah lebih dulu mengambil langkah-langkah penghematan energi. Salah satu contoh yang disampaikan adalah kebijakan yang diterapkan pemerintah Pakistan dalam merespons lonjakan harga minyak dunia.

Dalam paparannya di hadapan para menteri, Prabowo bahkan menampilkan slide berisi berbagai langkah yang dilakukan Pakistan yang mereka sebut sebagai critical measures. “Ini hanya sebagai perbandingan. Mereka menganggap situasinya sudah kritis,” katanya.

Beberapa kebijakan yang diambil Pakistan antara lain menerapkan sistem kerja dari rumah bagi 50 persen pegawai di sektor pemerintahan maupun swasta, serta memangkas hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.

Selain itu, pemerintah Pakistan juga mengurangi gaji anggota kabinet dan anggota parlemen. Penghematan tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.  “Mereka bahkan mengurangi gaji anggota kabinet dan anggota DPR. Semua penghematan itu dikumpulkan untuk membantu kelompok paling rentan dan lemah,” jelas Prabowo.

Langkah lainnya adalah pembatasan penggunaan BBM di seluruh kementerian serta kewajiban bagi 60 persen kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan setiap hari. Pakistan juga menghentikan sementara belanja barang tertentu di instansi pemerintah, seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan dinas, dan mebel.

Selain itu, kunjungan kerja pemerintah juga dibatasi, penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial dihentikan, serta sejumlah perguruan tinggi menerapkan sistem pembelajaran daring. Meski demikian, Prabowo menegaskan berbagai kebijakan tersebut hanya menjadi bahan kajian bagi pemerintah Indonesia.

Ia berharap langkah penghematan yang dirancang pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mengendalikan defisit anggaran. “Saya kira kita harus mengupayakan penghematan. Saya percaya dalam dua sampai tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi kita harus hemat konsumsi,” kata Prabowo. (jpc)

Editor : Hanif
#kabinet #wfh #Presiden Prabowo #penghematan BBM #Energi Global #gejolak harga