PONTIANAK POST - Di tengah krisis energi dunia akibat memanasnya konflik Timur Tengah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta rakyat berhemat, termasuk di dapur rumah. “Saya mohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah, tapi masalah kita semua. Ayo kita harus memakai energi dengan bijak,” ujar Bahlil saat kunjungan kerja di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3).
Ia mencontohkan penggunaan LPG di rumah tangga. Menurutnya, kebiasaan kecil seperti membiarkan kompor tetap menyala setelah masakan matang adalah bentuk pemborosan yang harus dihindari di tengah ketidakpastian global.
“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah matang, jangan kompornya boros. Kita harus bersama-sama memakai energi secara bijaksana,” tegasnya.
Selain itu, Bahlil juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan panic buying di SPBU. Ia menegaskan distribusi bahan bakar diperuntukkan sesuai kebutuhan, bukan untuk disalahgunakan. “Enggak usah ada panic buying. Pakailah secukupnya. Jangan sampai ada yang antre, tapi bukan untuk kebutuhan, melainkan dijual lagi,” ujarnya.
Meski situasi global memanas, pemerintah memastikan pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman. Bahlil menyebut, ketersediaan BBM dan LPG tetap terjaga, meskipun sebagian masih bergantung pada impor.
Ia merinci, kebutuhan solar kini telah sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri. Namun, untuk bensin masih sekitar 50 persen berasal dari impor, sementara LPG mencapai 70 persen dari total kebutuhan nasional.
“Insya Allah pemerintah akan menjaga pasokan energi, cadangan energi, dan harga. Dalam kondisi dunia seperti sekarang, BBM kita—baik bensin, solar, maupun LPG—masih terpenuhi dengan baik,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga mulai mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan rawan konflik, termasuk mengalihkan sebagian jalur impor dari Selat Hormuz.
Bahlil menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Pemerintah masih berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait skema subsidi agar tetap tepat sasaran.
Di akhir pernyataannya, ia kembali mengingatkan bahwa ketahanan energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. “Kalau kita cinta negara dan rakyat, jangan lakukan hal-hal yang tidak sepatutnya,” pungkasnya. (jpc)
Editor : Hanif