Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Fenomena Pink Moon 1–2 April 2026 Bisa Disaksikan Malam Ini, Berikut Faktanya Menurut BRIN

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 1 April 2026 | 14:34 WIB
Ilustrasi pink moon dan dapat disaksikan mulai tanggal 1-2 April. (FREEPIK)
Ilustrasi pink moon dan dapat disaksikan mulai tanggal 1-2 April. (FREEPIK)khoiril

PONTIANAK POST - Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai pink moon dapat disaksikan masyarakat Indonesia pada malam 1–2 April 2026.

Meski namanya unik, pakar astronomi menegaskan fenomena ini bukanlah bulan berwarna merah muda seperti yang banyak dibayangkan.

Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, menyampaikan bahwa fenomena pink moon tahun ini terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari.

“Purnama pink tahun ini pada Rabu malam Kamis, 1-2 April 2026,” kata Thomas dikutip dari Antara (31/3).

Baca Juga: Langgar Aturan Batas Usia, Komdigi Panggil Meta dan Google Terkait PP Tunas

Ia menjelaskan, bulan purnama dapat diamati sejak waktu maghrib hingga menjelang matahari terbit. Masyarakat tidak memerlukan alat khusus untuk menyaksikannya, meskipun penggunaan teleskop atau kamera dapat membantu mendapatkan tampilan yang lebih jelas.

“Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera,” ujarnya.

Thomas juga menegaskan bahwa fenomena ini sepenuhnya aman untuk disaksikan dan tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi manusia.

“Tidak ada dampak negatifnya. Dampak secara umum sama dengan purnama lainnya, yaitu peningkatan pasang air laut karena Bulan dan Matahari hampir segaris dengan Bumi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat terkait warna bulan saat fenomena ini terjadi.

“Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media,” kata Thomas.

Secara astronomi, pink moon hanyalah istilah populer untuk bulan purnama yang terjadi pada April, bukan fenomena perubahan warna bulan.

Berdasarkan informasi dari situs astronomi Time and Date, waktu terbaik untuk menikmati fenomena ini adalah sesaat setelah bulan terbit, bertepatan dengan waktu maghrib.

Pada posisi rendah di dekat cakrawala, bulan akan tampak lebih besar dan berwarna keemasan akibat efek ilusi optik dari atmosfer Bumi.

Baca Juga: Fenomena Langka Blood Moon Terjadi 14 Maret 2025, Ini Cara Menyaksikannya

Fenomena ini pun menjadi momen menarik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam tanpa perlu peralatan khusus. (*)

Editor : Miftahul Khair
#bulan purnama #BRIN #bulan #fenomena astronomi