PONTIANAK POST - Insiden dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terulang. Kemarin (8/4) ratusan warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat terdampak, sementara kasus serupa juga terjadi di Nganjuk, Jawa Timur.
Ratusan warga di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami gejala keracunan pada Senin (6/4). Gejala itu muncul setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala ini dirasakan para pelajar dan warga penerima manfaat MBG dari sekolah dan Posyandu di wilayah tersebut. Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses penelusuran.
Perwakilan Dapur SPPG Pasir Tanjung, Reynaldi, mengatakan sampel makanan yang dikonsumsi para siswa saat ini tengah diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut.
“Menyikapi suatu persoalan di tengah masyarakat dan Posyandu sebagai penerima manfaat, kalau untuk sementara ini sampel makanan sedang diuji lab, karena yang terkena dampak diduga keracunan ada sebanyak 106 korban,” ujarnya, Rabu (8/4).
Ia menjelaskan, uji laboratorium dilakukan untuk memastikan kandungan dalam makanan serta menjawab penyebab banyaknya korban yang mengalami gejala keracunan.
“Sementara ini, sampel makanan sedang diuji lab untuk mengetahui kandungan apa di dalamnya dan untuk menjawab suatu permasalahan banyaknya korban yang jatuh sakit diduga keracunan dari SPPG kami,” tuturnya.
Reynaldi menegaskan, pihaknya bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis hingga pulih.
“Kami bertanggung jawab penuh dan kami akan berkomitmen pengobatan sepenuhnya kepada semua korban agar kembali sehat dan harapan ke depannya, kita berharap ini menjadi salah satu upaya kita untuk meningkatkan kualitas makanan di dapur SPPG Pasir Tanjung agar tidak terulang kembali di kemudian hari,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa seluruh siswa yang sempat mengalami gejala kini telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis. Sebelumnya, sempat dilaporkan masih ada satu korban yang menjalani perawatan.
Baca Juga: Viral Video Haru Siswa Seberangi Sungai Demi Sekolah di Kolaka, Warganet Sindir: “Yang Penting MBG”
“Informasi yang saya dapat di lapangan ada satu orang yang masih dirawat kemarin, tetapi kebetulan semalam juga saya sudah keliling bahwa semua korban sudah pulang ke rumah masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa proses penelusuran masih berlangsung.
“Sedang dilakukan penelusurannya dan sekarang masih berlangsung,” pungkasnya. (Cr1/c)
Terjadi Juga di Jawa Timur
Sementara itu, kasus keracunan yang diduga akibat MBG masih saja terjadi. Mengutip Radar Nganjuk Grup Jawa Pos, nasib apes dialami oleh empat siswa SDN 1 Mojokendil, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Kejadian nahas itu terjadi pada Selasa (7/4). Menjelang siang, siswa mendapat jatah MBG. Seperti biasa, setelah makanan diantar ke kelas, para siswa langsung menyantap makanan tersebut.
Baca Juga: Biaya Penerbangan Haji 2026 Berpotensi Naik 51,48 Persen, Pemerintah Pastikan Jemaah Tidak Terbebani
Namun, ada yang aneh pada kondisi sayur sop yang diterima oleh siswa, yaitu sop sudah dalam keadaan berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap. “Setelah ada keluhan, makanan tersebut langsung ditarik oleh guru,” ujar Satgas MBG Kabupaten Nganjuk Judy Ernanto kemarin
Sayangnya, sebelum seluruh makanan ditarik, ada beberapa siswa yang sudah menyantap sop tersebut. Dalam hitungan menit saja, empat siswa langsung mengeluhkan mual-mual. Mereka pun langsung dilarikan ke Puskesmas Ngronggot.
Beruntung, menurut Judy, keempat siswa itu tidak mengalami masalah serius. Bahkan kemarin (8/4) mereka sudah mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.
Setelah kejadian kemarin (8/4), Satgas MBG Kabupaten Nganjuk langsung terjun ke lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan, petugas membenarkan kondisi makanan sop yang sudah tidak layak konsumsi. Diduga, empat siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan tersebut. “Kami pastikan, SPPG yang terlibat akan mendapat sanksi,” tegasnya. (lyn/mim/wib/tyo/ttg)
Editor : Hanif