Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

UMKM Tertekan Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Siapkan Alternatif Pasokan dan Dorong Bioplastik

Hanif • Sabtu, 11 April 2026 | 10:46 WIB
Menteri UMKM, Maman Abdurahman.
Menteri UMKM, Maman Abdurahman.

PONTIANAK POST - Lonjakan harga plastik mulai menghantui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor makanan dan minuman. Penyebabnya adalah menipisnya pasokan nafta—bahan baku utama plastik—yang turut terdampak dinamika geopolitik global.

Situasi ini membuat pemerintah bergerak menyiapkan langkah cepat agar pelaku usaha kecil tidak semakin tertekan oleh kenaikan biaya produksi.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah bersama Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk menjaga stabilitas pasokan bahan baku plastik.

Untuk langkah jangka pendek, pemerintah membuka alternatif pasokan nafta dari sejumlah kawasan yang relatif stabil, seperti Afrika, India, dan Amerika.

“Langkah ini diambil agar pasokan bahan baku tetap terjaga sehingga tidak menimbulkan gejolak harga yang terlalu besar bagi pelaku usaha,” ujar Maman dalam keterangannya, Jumat (10/4).

Di sisi lain, pemerintah juga membidik transformasi jangka panjang melalui pengembangan bahan baku alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berbasis sumber daya domestik.

Beberapa komoditas lokal seperti bambu, rumput laut, dan singkong dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bioplastik yang dapat menggantikan bahan baku berbasis nafta.

“Ini bukan hanya solusi atas krisis pasokan, tetapi juga peluang untuk membangun industri hijau berbasis potensi lokal,” kata Maman.

Menurut dia, Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya melimpah untuk mendukung pengembangan plastik ramah lingkungan. Rumput laut dan singkong bahkan telah mulai dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif plastik oleh sejumlah pelaku usaha.

Namun, keterbatasan pasar membuat biaya produksi bioplastik masih relatif tinggi. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha untuk memperluas skala produksi.

Maman menilai, jika permintaan pasar meningkat melalui dukungan kebijakan yang tepat, biaya produksi dapat ditekan sehingga bioplastik menjadi lebih kompetitif.

Sejumlah pelaku UMKM, kata dia, bahkan telah memproduksi plastik berbasis rumput laut dan berhasil menembus pasar ekspor.

“Jika kebijakan diarahkan untuk memperkuat substitusi bahan baku dari nafta ke rumput laut, maka permintaan akan tumbuh dan biaya produksi dapat ditekan,” jelasnya.

 

Pantau Harga Global

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga komoditas global yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik.

Ia menegaskan dinamika geopolitik di berbagai kawasan dunia dapat berdampak langsung terhadap banyak sektor di Indonesia, termasuk energi dan bahan baku industri seperti plastik.

“Yang terjadi dinamika di tempat lain itu akan memengaruhi di tempat kita dan memengaruhi banyak sektor. Kalau kita bicara sektor BBM, maka banyak komoditas lain juga ikut terdampak, salah satunya plastik,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).

Menurutnya, pemerintah setiap hari memantau perkembangan harga komoditas dunia untuk mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat, termasuk bahan baku industri, energi, dan kebutuhan pokok.

Namun, ia mengakui upaya menekan kenaikan harga komoditas global tidak bisa dilakukan secara instan. “Itu skema-skema sedang kita terus diskusikan. Menyelesaikannya tidak serta-merta mudah,” katanya.

Prasetyo mencontohkan, upaya mengamankan pasokan minyak saja membutuhkan proses panjang, termasuk mencari sumber baru yang sebelumnya belum menjadi mitra pasokan Indonesia.

Meski demikian, pemerintah memastikan berbagai langkah terus disiapkan untuk meredam dampak gejolak global terhadap perekonomian nasional. “Yang pasti kita terus mencari skema-skema untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terdampak akibat situasi geopolitik,” ujarnya. (jpc)

Editor : Hanif
#UMKM #plastik #lonjakan harga #maman abdurahman #usaha kecil