Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Amankan Airstrip Perintis, Jaga Jalur Logistik Pedalaman Papua

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 12 April 2026 | 22:36 WIB
Prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat mengamankan landasan udara perintis saat pesawat logistik mendarat di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel.
Prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat mengamankan landasan udara perintis saat pesawat logistik mendarat di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel.

 

PONTIANAK POST – Prajurit TNI Angkatan Udara yang tergabung dalam Satgas Yon Parako 466 Pasgat memperketat pengamanan landasan udara perintis di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, guna memastikan distribusi logistik ke wilayah pedalaman berjalan aman.

Pengamanan dilakukan di sekitar airstrip yang menjadi jalur utama transportasi udara bagi prajurit dan masyarakat di kawasan terpencil tersebut.

Para prajurit terlihat bersiaga dengan perlengkapan tempur lengkap, senjata laras panjang, serta alat komunikasi taktis untuk memantau situasi di sekitar landasan.

Mereka mengamankan perimeter saat pesawat perintis berbaling-baling tunggal mendarat maupun lepas landas.

Pesawat tersebut menjadi satu-satunya akses transportasi udara tercepat di wilayah yang dikelilingi hutan lebat dan pegunungan.

Selain menjaga keamanan area, sejumlah prajurit juga bertugas memandu pergerakan pesawat di landasan.

Proses marshalling dilakukan menggunakan tongkat isyarat untuk memastikan pesawat parkir di titik yang aman.

Tim pengamanan TNI, termasuk operator radio komunikasi, terus memantau perimeter landasan guna memastikan area tetap steril dari potensi ancaman.

Pengamanan objek vital seperti landasan udara perintis dinilai sangat krusial mengingat kondisi geografis wilayah yang cukup menantang.

Topografi pegunungan dan hutan lebat membuat wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tersendiri.

Selain faktor cuaca ekstrem yang dapat berubah secara tiba-tiba, potensi gangguan keamanan juga menjadi perhatian.

Karena itu, komunikasi radio dengan pos komando terus dijaga untuk memastikan respons cepat terhadap setiap situasi.

Selain mengamankan aktivitas penerbangan, prajurit juga fokus mengawal proses distribusi logistik.

Setelah pesawat mendarat, personel TNI langsung membongkar dan mendata berbagai kebutuhan yang diangkut.

Muatan tersebut terdiri dari bahan makanan, beras, serta berbagai kebutuhan operasional yang dikemas dalam kardus, karung, dan paket plastik berlapis lakban.

Komandan Pos Satgas Yon Parako 466, Kapten Pas Gugus, mengatakan logistik yang diangkut pesawat menjadi kebutuhan vital bagi prajurit di pos terpencil maupun masyarakat sekitar.

“Logistik ini ibarat nyawa bagi mereka yang berada di pos-pos terpencil maupun bagi masyarakat sekitar yang akses daratnya masih sangat terbatas,” ujarnya.

Setelah proses bongkar muat selesai, prajurit tetap berada di posisi pengamanan hingga pesawat benar-benar lepas landas.

Personel TNI terus memantau situasi hingga pesawat menghilang di balik awan.

Pengamanan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan distribusi logistik ke wilayah terpencil tetap berjalan.

Dedikasi para prajurit di wilayah perbatasan dan pedalaman ini juga mendukung upaya pemerataan pembangunan hingga ke daerah terluar Indonesia. (**)


Prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat mengamankan landasan udara perintis saat pesawat logistik mendarat di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#airstrip perintis #distribusi logistik #Satgas Yon Parako 466 Pasgat #boven digoel #tni au