Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ribuan Aktivis Ditangkap di Era Prabowo-Gibran, GUSDURian Soroti Ancaman Kebebasan Sipil dan Ajak Solidaritas

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 13 April 2026 | 12:55 WIB
Alissa Wahid, Direktur Jaringan GUSDURian. (GUSDUR.NET)
Alissa Wahid, Direktur Jaringan GUSDURian. (GUSDUR.NET)

PONTIANAK POST - Jaringan GUSDURian menyoroti gelombang penangkapan ribuan aktivis dan pemuda yang terjadi sejak Agustus 2025.

Mereka menyebut peristiwa ini sebagai salah satu penindakan terbesar terhadap masyarakat sipil sejak era Reformasi 1998.

Melalui unggahan di platform X pada Senin (13/4), Jaringan GUSDURian mengungkap kekhawatiran atas kondisi kebebasan sipil di Indonesia.

Baca Juga: Kritik Jaringan Gusdurian soal Penghematan WFH ASN, Singgung Angka Rp6 Triliun hingga Proyek MBG dan Kopdes

“Ribuan aktivis dan pemuda yang menyuarakan kegelisahannya pada kondisi bangsa Agustus 2025 lalu diburu dan ditangkap di era pemerintahan Prabowo – Gibran,” tulisnya.

Mereka menyebut penangkapan tersebut sebagai bentuk perburuan terhadap aktivis dan pemuda yang dinilai paling besar sejak Reformasi.

Data Penangkapan dan Tahanan Politik

Laporan dari KontraS mencatat sekitar 6.719 pemuda dan aktivis telah ditangkap oleh aparat.

Dari jumlah tersebut, hingga 14 Februari tercatat sebanyak 703 orang masih berstatus sebagai tahanan politik dan menjalani proses hukum.

“Penangkapan ini disebut sebagai perburuan aktivis dan pemuda yang terbesar pasca Reformasi 1998.”

Baca Juga: Demo Tolak Pemangkasan Anggaran Pendidikan untuk MBG, Berikut Tuntutan Mahasiswa UPGRI Pontianak di Gedung DPRD Kalbar

Sebagian Divonis Bebas, Lainnya Masih Berjuang

Jaringan GUSDURian juga mengungkap bahwa sejumlah aktivis telah memperoleh putusan bebas di beberapa wilayah.

“Di Jakarta dan Solo hakim memutuskan beberapa kawan kita tidak bersalah. Namun di beberapa daerah banyak yang masih berjuang untuk meraih keadilan.”

Hal ini menunjukkan adanya perbedaan penanganan kasus di berbagai daerah.

Ajakan Solidaritas di Magelang

Dalam unggahan tersebut, Jaringan GUSDURian turut mengajak masyarakat untuk menunjukkan solidaritas.

Baca Juga: Jaringan Gusdurian Kritik Program MBG: Tak Pernah Benar-Benar Gratis

Agenda pemeriksaan terhadap terdakwa dijadwalkan berlangsung di Magelang pada pukul 09.00 WIB, tepatnya di Ruang Sidang Garuda.

“Bagi siapa saja yang ingin bersolidaritas, mari datang di Ruang Sidang Garuda. Kita beri dukungan pada para tahanan politik dan jadi saksi bagaimana hukum bekerja di ruang pengadilan.”

Seruan ini menambah daftar kekhawatiran sejumlah kelompok masyarakat sipil terkait kondisi demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Baca Juga: SPPG Polri Diresmikan Prabowo, Jaringan Gusdurian: "Bukannya Fokus Pengamanan, Malah Bisnis"

Jaringan GUSDURian menegaskan pentingnya dukungan publik untuk memastikan proses hukum berjalan adil serta hak-hak warga negara tetap terlindungi. (*)

Editor : Miftahul Khair
#aktivis ditangkap #kebebasan sipil #tahanan politik #demo #gusdurian