Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hadapi Krisis Global, Mentan Amran Tegaskan Kolaborasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Kemandirian Pangan Nasional

Miftahul Khair • Jumat, 17 April 2026 | 14:02 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menjadi pembicara dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD se-Indonesia di Lemhannas Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/4). (DOK KEMENTAN RI)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menjadi pembicara dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD se-Indonesia di Lemhannas Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/4). (DOK KEMENTAN RI)

 

PONTIANAK POST - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kemandirian pangan nasional. Menurutnya, sinergi lintas level pemerintahan menjadi faktor penentu tercapainya target besar di sektor pangan.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD se-Indonesia di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/4).

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi pusat dan daerah, target besar seperti swasembada dan kemandirian pangan tidak akan tercapai optimal,” ujar Mentan Amran.

Baca Juga: Rahasia Swasembada Pangan Dibocorkan Mentan Amran

Ia menjelaskan, tantangan global yang semakin kompleks. Mulai dari krisis pangan, energi, hingga air. Hal ini menuntut Indonesia untuk memperkuat ketahanan dari tingkat daerah. Setiap wilayah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Dalam konteks ini, peran DPRD dinilai sangat strategis, terutama dalam menentukan arah kebijakan, penganggaran, hingga fungsi pengawasan terhadap program pertanian di daerah.

“Ketua DPRD punya peran strategis. Bagaimana anggaran diarahkan, bagaimana kebijakan daerah mendukung petani, itu sangat menentukan,” katanya.

Baca Juga: Guru Besar IPB Apresiasi Kepemimpinan Mentan Amran, Dinilai Perkuat Kolaborasi dan Dukungan Petani

Mentan Amran juga mendorong penerapan konsep desentralisasi produksi pangan guna mengurangi biaya distribusi antarwilayah yang masih tinggi.

“Kalau kita masih bergantung kirim beras dari satu pulau ke pulau lain, biaya logistik mahal. Karena itu, setiap daerah harus kuat dan mandiri,” tegasnya.

Tak hanya sektor pangan, sinergi juga diperluas ke pengembangan energi berbasis pertanian. Pemerintah menargetkan penghentian impor solar sekitar 5 juta ton mulai 1 Juli 2026 melalui penguatan bioenergi, serta pengembangan bioetanol sebagai alternatif bahan bakar.

“Ini bukan hanya soal pangan, tapi juga energi. Daerah harus ikut berperan dalam pengembangan bioenergi berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan, stok pangan nasional saat ini mencapai 4,8 juta ton, dengan sekitar 160 juta petani terlibat dalam sektor ini. Potensi tersebut dinilai akan semakin optimal jika didukung kerja sama lintas sektor dan wilayah.

Di tingkat global, kontribusi Indonesia juga terus berkembang. Produk beras nasional kini telah menembus pasar internasional dan menjangkau sekitar 33 negara.

Baca Juga: Tiga Jurus Mentan Amran Benahi Gula Nasional: Bongkar Ratun, Kendalikan Impor, dan Revitalisasi Industri

Mentan Amran menekankan, keberhasilan Indonesia ke depan sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi antara pusat dan daerah.

“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Kalau pusat dan daerah bergerak bersama, kita bukan hanya mandiri, tapi bisa menjadi kekuatan pangan dunia,” tegasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#kemandirian pangan nasional #Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah #mentan amran #dprd