PONTIANAK POST - Di saat massa aksi meninggalkan lokasi, ratusan petugas kebersihan langsung bergerak cepat menyapu sisa-sisa perjuangan yang tertinggal di jalanan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda menurunkan 130 personel untuk membersihkan sampah usai aksi demonstrasi 214, Senin (21/4).
Petugas disiagakan di dua titik utama, yakni kawasan Gedung DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.
Sebanyak 60 karung sampah juga disebar di sepanjang rute untuk mendorong peserta aksi membuang sampah pada tempatnya.
Kabid PSLB3 DLH Samarinda Muhammad Taufiq Fajar menyebut langkah itu memicu aksi simpatik dari mahasiswa.
“Karung sampah yang kami siapkan menjadi trigger bagi teman-teman mahasiswa untuk ikut memungut sampah,” ujarnya.
Dari total personel, 102 bertugas sebagai pengangkut sampah dan 28 lainnya penyapu jalan.
Mereka disebar hingga kawasan Islamic Center, Teras Samarinda, dan jalur yang dilalui massa.
Untuk mendukung operasi, DLH mengerahkan lima truk sampah, tiga mobil patroli, satu mobil sweeper, dan dua truk tangki.
Penyemprotan jalan dilakukan untuk membersihkan sisa residu seperti bekas bakar ban dan kotoran yang menempel.
DLH menerapkan pola post action cleaning, yakni pembersihan dilakukan setelah massa benar-benar meninggalkan lokasi.
Begitu massa bergeser, seluruh petugas langsung masuk dan bekerja serentak.
Target awal pembersihan ditetapkan empat jam, dilanjutkan pembersihan lanjutan sekitar dua jam.
Namun di lapangan, proses berjalan lebih cepat karena kesiapsiagaan petugas.
Kurang dari dua jam setelah aksi berakhir, area depan Gedung DPRD Kaltim sudah kembali bersih dan rapi.
DLH berharap kesadaran menjaga kebersihan terus tumbuh di tengah aksi penyampaian aspirasi.
“Kami mengimbau peserta aksi tidak membuang sampah sembarangan agar Samarinda tetap bersih,” pungkasnya. (jpc)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro