PONTIANAK POST - Di balik ketatnya seleksi masuk perguruan tinggi, sejumlah peserta justru memilih jalan curang, mempertaruhkan masa depan dengan identitas palsu dan alat tersembunyi.
Hari pertama pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 diwarnai berbagai dugaan kecurangan di sejumlah kampus.
Mulai dari praktik joki, pemalsuan identitas, hingga penggunaan alat bantu komunikasi yang disembunyikan di tubuh peserta.
Di Universitas Negeri Surabaya, seorang peserta laki-laki diamankan setelah terbukti mengikuti ujian menggunakan identitas orang lain.
Kasus ini terungkap saat panitia menemukan kejanggalan pada KTP menggunakan alat pendeteksi.
Setelah diverifikasi, foto pada ijazah asli berbeda dengan dokumen yang dibawa peserta.
“Dari situ jelas bahwa yang bersangkutan adalah joki,” ujar Sukarmin.
Pelaku menggunakan seluruh identitas milik orang lain, mulai dari KTP, kartu peserta, hingga ijazah yang telah dimodifikasi.
Sementara itu, di UPN Veteran Jawa Timur, panitia menemukan wajah peserta tidak sesuai dengan foto di kartu ujian dan KTP.
Perbedaan tersebut langsung dicatat sebagai dugaan pelanggaran dan dilaporkan ke panitia pusat.
Di Universitas Airlangga, anomali data mengungkap adanya peserta yang menggunakan foto sama dengan nama berbeda di tahun berbeda.
Namun, peserta yang masuk daftar suspek justru tidak hadir saat ujian berlangsung.
Temuan serupa juga terjadi di sejumlah kampus lain, termasuk Universitas Diponegoro, di mana peserta diduga menggunakan alat bantu dengar yang ditanam di telinga.
Ketua Tim SNPMB 2026, Eduart Wolok, menyebut terdapat 2.940 data anomali yang berpotensi mengarah pada kecurangan.
Modus yang digunakan semakin beragam, mulai dari pertukaran identitas hingga manipulasi foto agar lolos verifikasi.
“Orangnya sama, ikut ujian dengan nama berbeda di tahun yang berbeda,” ujarnya.
Panitia menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas bagi pelaku, mulai dari diskualifikasi hingga blacklist dari seluruh perguruan tinggi negeri.
Bahkan, pelaku juga terancam diproses secara hukum jika terbukti melakukan pelanggaran berat. (jpc)
| Poin | Keterangan |
|---|---|
| Hari Pelaksanaan | 21 April 2026 |
| Data Anomali | 2.940 peserta |
| Kampus Temuan | Unesa, UPN, Unair, Undip |
| Modus | Joki, identitas palsu, alat komunikasi |
| Kasus Terbukti | Joki diamankan di Unesa |
| Sanksi | Diskualifikasi, blacklist, proses hukum |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro