Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ini Pesan Buya Yahya dalam Menyikapi Kasus Asusila Tokoh Agama 

Silvina • Senin, 27 April 2026 | 14:49 WIB
Buya Yahya saat memberikan kajian
Buya Yahya saat memberikan kajian

 

PONTIANAK POST – Pendakwah kondang Buya Yahya mengingatkan umat Islam agar bersikap hati-hati saat menyikapi kasus tokoh agama yang terseret dugaan pelecehan seksual. Menurutnya, siapa pun tetap manusia yang bisa tergelincir oleh hawa nafsu dan bukan sosok tanpa dosa.

Hal itu disampaikan Buya Yahya dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya edisi 25 April 2026 saat menanggapi sorotan terhadap salah satu tokoh agama yang saat ini sedang terseret kasus asusila. 

Baca Juga: Polres Kayong Utara PTDH Dua Anggotanya Lantaran Terlibat Kasus Asusila dan Narkoba

Ia menegaskan, apabila seseorang benar-benar terbukti melakukan perbuatan keji, maka harus menerima hukuman sesuai aturan syariat maupun hukum yang berlaku.

Hukum Harus Berdasarkan Bukti Kuat

Menurutnya, kasus besar seperti ini tidak boleh diputuskan hanya berdasarkan isu atau kabar yang belum jelas. Dalam hukum Islam, tuduhan zina atau perbuatan seksual berat memiliki standar pembuktian yang sangat ketat.

Baca Juga: Polres Sambas dan Polres Singkawang Perkuat Koordinasi Tangani Kasus Video Asusila Viral TikTok

Karena itu, ia meminta agar penanganan kasus dilakukan secara profesional, melibatkan banyak pihak, dan berdasarkan bukti nyata. Hal ini penting agar tidak berubah menjadi fitnah yang merusak nama baik seseorang tanpa dasar.

“Kalau benar salah, dihukum. Tapi kalau belum jelas, jangan asal menuduh,” demikian inti pesan yang disampaikan.

Baca Juga: Terbukti Kasus Asusila, Herman Dicopot dari DPRD Singkawang; Yuharisa Resmi Gantikan Lewat PAW

Setelah Dihukum, Jangan Terus Dihinakan

Buya Yahya juga menekankan seseorang yang telah mengakui kesalahan, menjalani hukuman, dan bertobat tidak boleh terus-menerus direndahkan.

Menurutnya, hukuman di dunia bisa menjadi penghapus dosa jika dijalani dengan taubat yang sungguh-sungguh. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan aib orang lain sebagai bahan caci maki.

Baca Juga: Anggota DPRD Singkawang Haji Aman Divonis 12 Tahun Penjara atas Kasus Asusila

Korban Harus Jadi Prioritas Perhatian

Selain pelaku, korban juga harus mendapatkan perhatian serius. Korban kekerasan seksual, terutama anak-anak dan santri, berpotensi mengalami trauma panjang bila tidak segera didampingi.

Ia mengingatkan bahwa luka batin korban bisa berdampak buruk pada masa depan, sehingga perlu pendampingan keluarga, tokoh masyarakat, serta tenaga profesional seperti psikolog.

Baca Juga: Saksi Ahli: Bukti Forensik Visum Lebih dari 72 Jam Tak Valid untuk Kasus Asusila Juli 2023

Penyimpangan Bisa Dicegah dan Diobati

Dalam penjelasannya, Buya Yahya menyebut perilaku seksual menyimpang tidak boleh dinormalisasi. Namun, pelakunya tetap harus dibantu untuk berubah melalui nasihat agama, lingkungan yang baik, dan bantuan psikologis.

Ia mengajak masyarakat agar tidak melegalkan penyimpangan, namun tetap membuka jalan pemulihan bagi mereka yang ingin bertobat.

Baca Juga: Pemain Muda El Real Tersandung Kasus Video Asusila

Jangan Sebar Kabar yang Belum Pasti

Di akhir penyampaiannya, Buya Yahya meminta masyarakat tidak mudah menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya. Menurutnya, menyebarkan tuduhan tanpa bukti bisa menjadi dosa baru dan merusak banyak pihak.

“Jika memang sudah terbukti secara sah, barulah disikapi sesuai aturan. Tapi kalau belum pasti, jangan gampang memviralkan,” pesannya.

Editor : Silvina
#buya yahya #Asusila #tokoh agama #pesan #Pembuktian