Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rekaman CCTV Viral, Dugaan Kekerasan Bayi Dipukul dan Diseret di Daycare BPD Terbongkar

Chairunnisya • Rabu, 29 April 2026 | 21:14 WIB
Polresta Banda Aceh saat melakukan pemeriksaan terhadap seorang perempuan yang diduga sebagai pegawai daycare BPD terkait kasus dugaan kekerasan terhadap anak balita yang viral di media sosial, Selasa (28/4/2026). (DOK POLRESTA BANDA ACEH)
Polresta Banda Aceh saat melakukan pemeriksaan terhadap seorang perempuan yang diduga sebagai pegawai daycare BPD terkait kasus dugaan kekerasan terhadap anak balita yang viral di media sosial, Selasa (28/4/2026). (DOK POLRESTA BANDA ACEH)

PONTIANAK POST - Kasus kekerasan di tempat penitipan anak (daycare) kembali menjadi sorotan publik.

Setelah dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Jogjakarta, kejadian serupa juga mencuat di Daycare Baby Preneur (BPD)di kawasan Lamgugob, Banda Aceh.

Kasus tersebut terungkap setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar luas dan viral di masyarakat.

Pemilik Daycare BPD, Husaini Jamil, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan tiga pegawai yang terlibat.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilih Daycare Berkualitas agar Anak Tetap Aman dan Terasuh Baik

Ketiganya terdiri atas satu orang yang diduga sebagai pelaku utama serta dua pegawai lain yang dianggap membiarkan kejadian berlangsung tanpa tindakan.

Menurut Husaini, ia pertama kali mengetahui peristiwa itu dari laporan manajer pada Jumat (24/4). Menindaklanjuti laporan tersebut, ia langsung memerintahkan tim internal untuk melakukan penyelidikan.

“Setelah menerima laporan dari manajer, saya langsung meminta tim melakukan investigasi. Hasilnya menunjukkan bahwa memang terjadi tindakan kekerasan,” kata Husaini sebagaimana dikutip dari Rakyat Aceh (Jawapos - Pontianak Post Grup), Rabu (29/4).

Ia menambahkan, keputusan pemecatan diambil dengan cepat setelah hasil investigasi diperoleh.

Baca Juga: Warga Luapkan Amarah, Bangunan Daycare Little Aresha Jogja Jadi Sasaran Vandalisme

“Tidak lama setelah laporan masuk, saya langsung memutuskan untuk memecat tiga orang tersebut, satu pelaku dan dua yang membiarkan. Kurang dari satu jam setelah laporan saya terima, keputusan sudah diambil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Husaini mengungkapkan bahwa sistem CCTV di daycare tersebut dapat diakses oleh seluruh wali siswa.

Karena itu, rekaman kejadian pertama kali diketahui oleh wali siswa lain, bukan langsung oleh orang tua korban.

“Rekaman itu dilihat oleh wali siswa lain karena semua wali memang memiliki akses terhadap CCTV,” tegasnya.

Baca Juga: 44 Persen Daycare Tak Berizin, KPAI Ungkap Kekerasan Anak sebagai Fenomena Gunung Es Nasional

Dari video yang beredar, terlihat sejumlah adegan yang mengindikasikan adanya kekerasan.

Pada rekaman pertama, seorang pegawai berpakaian hitam dengan jilbab abu-abu tampak menangani anak yang sedang menangis.

Tangisan anak semakin menjadi ketika kepalanya dipegang dan wajahnya dilap dengan cukup keras.

Pada rekaman kedua, pegawai lain yang mengenakan pakaian putih dengan jilbab berwarna pink terlihat menyuapi anak yang menolak makan sambil menangis.

Baca Juga: 44 Persen Daycare Tak Berizin, KPAI Ungkap Kekerasan Anak sebagai Fenomena Gunung Es Nasional

Dalam video tersebut, pegawai itu tampak menjewer telinga anak, bahkan melemparkannya hingga tangisnya semakin keras. Anak tersebut juga terlihat ditarik pada bagian kaki hingga terseret di lantai.

Tidak berhenti di situ, anak tersebut juga beberapa kali dipukul pada bagian wajah. Pukulan paling keras tampak terjadi pada menit 1.22 dalam rekaman.

Selain itu, anak tersebut juga sempat ditarik rambutnya hingga terjambak dan kembali dilempar.

Pada menit 2.29, tindakan serupa kembali terjadi, yakni anak dijewer pada kedua telinga, lalu dilempar lagi. Setelah terjatuh, anak kembali ditarik rambutnya hingga tubuhnya terhempas ke lantai.

Baca Juga: Polisi Bongkar Kasus Daycare Tanpa Izin di Jogja, 53 Balita Diduga Disiksa Pengasuh

Di akhir video, anak tersebut terlihat dalam kondisi lemah sambil terus menangis tersedu-sedu. Rekaman juga menunjukkan adanya anak-anak lain di ruangan yang sama yang menyaksikan kejadian tersebut.

Beberapa pengasuh lain tampak berada di lokasi, namun tidak terlihat melakukan upaya untuk menghentikan tindakan tersebut. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips anak #daycare #penitipan anak #anak