Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

21 RSUD Siap Diresmikan Presiden Prabowo, Layanan Dokter Spesialis Makin Dekat

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 30 April 2026 | 23:13 WIB
M. Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer. (IST)
M. Qodari

 

PONTIANAK POST - Harapan masyarakat di daerah untuk mendapat layanan dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh kian mendekati kenyataan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyampaikan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C pada Mei 2026.

Rumah sakit tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang difokuskan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan daerah.

Dari total 32 RSUD dalam tiga tahap pembangunan, sebanyak 21 unit telah dinyatakan siap dioperasikan.

“Sebanyak 21 rumah sakit telah siap untuk diresmikan oleh Bapak Presiden,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta.

Yang menjadi sorotan, seluruh RSUD tersebut telah dilengkapi tujuh dokter spesialis dasar.

Mulai dari spesialis anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, radiologi, hingga patologi klinik.

Kehadiran dokter spesialis ini diharapkan memangkas jarak layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selama ini, banyak pasien di daerah harus dirujuk ke kota besar hanya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Program ini menyasar wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

Tujuannya memastikan akses layanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Selain tenaga medis, fasilitas RSUD juga ditingkatkan.

Mulai dari ruang operasi, rawat inap, cathlab, hemodialisa, hingga instalasi farmasi dan CSSD.

Pemerintah menargetkan peningkatan 66 RSUD menjadi tipe C hingga 2027.

Sebanyak 22 RSUD ditargetkan selesai pada 2025, disusul 20 RSUD pada 2026, dan 24 RSUD pada 2027.

Per April 2026, sebagian besar proyek telah mencapai tahap penyelesaian tinggi.

Meski demikian, satu RSUD di Kabupaten Kolaka Timur belum dapat diresmikan karena kendala pembangunan.

Program ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

Setiap RSUD tipe C membutuhkan sekitar 300 hingga 500 tenaga kerja.

Jika seluruh target tercapai, diperkirakan terbuka hingga 33.000 lapangan kerja baru.

Lebih dari itu, dampak terbesarnya adalah menyelamatkan nyawa.

Pasien kini bisa mendapatkan penanganan lebih cepat tanpa harus menunggu rujukan jauh.

“Di balik setiap rumah sakit yang selesai, ada masyarakat yang akhirnya mendapatkan hak layanan kesehatan yang layak,” kata Qodari. (ant)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#RSUD tipe C #layanan kesehatan daerah #PHTC #Prabowo Subianto #dokter spesialis