Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gus Ipul: Banyak Siswa Sekolah Rakyat Mantan Pengamen, Pengemis, dan Pemulung

Uray Ronald • Minggu, 3 Mei 2026 | 16:55 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat meninjau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5). (ANTARA)
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat meninjau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5). (ANTARA)

 

PONTIANAK POST - Program Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di seluruh Indonesia.

Inisiatif ini dirancang khusus untuk menjamin hak pendidikan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dari sistem sekolah formal.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran konvensional seperti sekolah umum.

"Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran. Kita menjangkau. Jadi, yang ada adalah penjangkauan-penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan," jelas pria yang akrab disapa Gus Ipul dilansir Antara.

Prioritas utama program ini adalah anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berpotensi berhenti sekolah.

Baca Juga: Menko Polkam Tinjau Sekolah Rakyat SRT 53 Pontianak, Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkualitas

Siswa yang dijaring berasal dari keluarga miskin desil satu dan dua dengan sistem pendidikan berbasis asrama.

Banyak siswa Sekolah Rakyat memiliki usia di atas rata-rata karena sempat berhenti sekolah dalam waktu yang lama.

“Banyak siswa-siswa rakyat itu yang dulunya adalah pengamen mengemis pemulung untuk sekolah mereka,” ungkap Gus Ipul.

Ia mengakui tantangan terbesar muncul pada tiga bulan pertama karena keragaman kemampuan akademik para siswa.

Bahkan, ditemukan siswa tingkat SMA yang belum bisa membaca sehingga memerlukan pendampingan guru secara lebih intensif.

Tahun ini, lebih dari 400 siswa lulus dari Sekolah Rakyat, termasuk 11 lulusan SMA yang siap mandiri.

“Pilihannya dua, mau melanjutkan ke kuliah yang akan didukung beasiswa pemerintah, atau mau menjadi pekerja terampil,” tambahnya.

Baca Juga: Bupati Sambas Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat di Wilayah Perbatasan untuk Akses Pendidikan

Lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga mereka di masa depan.

Pemerintah memastikan para guru telah melalui seleksi ketat untuk menangani kondisi akademik siswa yang sangat beragam.*

 

Editor : Uray Ronald
#pendidikan asrama. #Mensos Saifullah Yusuf #anak putus sekolah #Sekolah Rakyat #kemiskinan ekstrem