PONTIANAK POST - Bagi umat Gereja Katolik, Mei dan Oktober bukan sekadar penanda waktu dalam kalender liturgi. Bulan ini dimaknai sebagai Bulan Maria—periode khusus untuk merenungkan keteladanan Perawan Maria sebagai figur iman, kesetiaan, dan pengabdian.
Tradisi ini telah mengakar selama berabad-abad. Sejak abad pertengahan, masyarakat Kristen di Eropa mengaitkan awal Mei dengan simbol kehidupan baru.
Dari situlah berkembang devosi kepada Maria, yang kemudian dikenal luas sebagai Bulan Maria—praktik spiritual yang menempatkan Sang Bunda sebagai pusat permenungan umat.
Penghormatan ini bukan sekadar ritual, melainkan refleksi atas peran Maria dalam sejarah iman. Dalam ajaran Gereja, Maria dipandang sebagai teladan ketaatan yang utuh—figur yang tetap setia meski tidak sepenuhnya memahami rencana ilahi yang dijalaninya.
Dikutip dari Jawa Pos, pemaknaan tersebut juga ditegaskan oleh Paus Fransiskus. Ia menyebut Maria sebagai sosok perempuan yang setia dalam ketidakpastian, sekaligus murid pertama Yesus yang menghadirkan nilai-nilai iman dalam kehidupan nyata.
Lebih jauh, devosi kepada Maria berakar pada doktrin Persekutuan Orang Kudus, yang menempatkan para kudus sebagai bagian dari perjalanan iman umat. Dalam konteks ini, Maria tidak hanya dihormati, tetapi juga dijadikan pedoman hidup—figur yang diyakini terus mendoakan umat manusia.
Jejak awal penghormatan ini dapat ditelusuri dalam Kitab Suci, salah satunya melalui Kisah Para Rasul 1:14 yang mencatat kehadiran Maria bersama para rasul dalam doa. Meski praktik devosi berkembang seiring waktu, fondasi teologisnya tetap kokoh dalam tradisi Gereja.
Ritme Devosi Sepanjang Tahun
Selain sepanjang bulan Mei, penghormatan kepada Maria juga hadir dalam berbagai perayaan liturgi sepanjang tahun.
Tradisi ini menunjukkan bahwa devosi kepada Sang Bunda tidak bersifat musiman, melainkan menjadi bagian dari ritme spiritual umat.
Sejumlah hari penting tersebut antara lain:
1 Januari: Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah
8 Januari: Bunda Maria Penolong yang Cepat
2 Februari: Persembahan Tuhan
11 Februari: Bunda Maria dari Lourdes
25 Maret: Hari Raya Kabar Sukacita
13 Mei: Bunda Maria dari Fatima
31 Mei: Maria Mengunjungi Elisabet
27 Juni: Bunda Maria Penolong Abadi
16 Juli: Bunda Maria dari Gunung Karmel
15 Agustus: Maria Diangkat ke Surga
22 Agustus: Perayaan Keagungan Santa Perawan Maria sebagai Ratu
8 September: Kelahiran Maria
12 September: Nama Tersuci Santa Perawan Maria
15 September: Bunda Maria yang Berdukacita
7 Oktober: Bunda Maria Rosario
21 November: Maria Dipersembahkan ke Bait Allah
8 Desember: Perayaan Maria Dikandung Tanpa Dosa
12 Desember: Bunda Maria dari Guadalupe
Rangkaian peringatan tersebut menegaskan bahwa sosok Maria terus dihadirkan dalam berbagai momen iman umat, dengan beragam makna teologis dan spiritual. (jpc)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro