Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Viral Penilaian LCC 4 Pilar Kalbar, Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf dan Janji Tindak Juri

Miftahul Khair • Senin, 11 Mei 2026 | 19:56 WIB
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman. (DOK MPR RI)
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman. (DOK MPR RI)

PONTIANAK POST – Polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang viral di media sosial akhirnya mendapat perhatian dari pimpinan MPR RI.

Kontroversi tersebut mencuat setelah SMAN 1 Pontianak meminta klarifikasi terkait keputusan dewan juri dalam sesi tanya jawab lomba. Jawaban peserta yang dianggap memiliki substansi benar justru dinilai salah oleh juri saat final berlangsung.

Video perdebatan antara peserta dan dewan juri kemudian ramai beredar di media sosial hingga memicu kritik dari publik.

Baca Juga: Viral LCC 4 Pilar Kalbar Diprotes, Keputusan Juri Tuai Kritik Netizen

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas insiden penilaian yang terjadi pada final LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

"Atas nama pimpinan MPR kami memohon maaf dan akan segera menindaklanjuti terhadap juri yang bertugas," ucap Akbar melalui unggahan di Instagram pribadinya.

Kontroversi bermula ketika regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ujar salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak.

Baca Juga: Kronologi Polemik LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Respons Juri dan MC Tuai Kritik, Akun MPR RI Diserbu Netizen

Jawaban tersebut kemudian diberi nilai minus lima oleh juri. Pertanyaan lalu dialihkan ke tim lain dan dijawab peserta dari SMAN 1 Sambas.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ucap peserta dari SMAN 1 Sambas.

“Inti jawabannya sudah benar, nilai 10,” kata Dyastasita selaku juri.

Keputusan itu langsung diprotes tim SMAN 1 Pontianak karena menilai jawaban mereka memiliki substansi yang sama.

“Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B,” kata salah satu peserta.

Peserta bahkan meminta penonton di studio menjadi saksi bahwa unsur DPD telah disebutkan dalam jawaban mereka.

Baca Juga: Sekda Kalbar Angkat Bicara Soal Penilaian Juri LCC 4 Pilar, Minta Ada Rasa Keadilan untuk Peserta

Namun respons dewan juri dan pembawa acara setelah protes tersebut justru memicu kritik lebih luas di media sosial. Banyak warganet menilai tidak ada upaya pengecekan ulang terhadap jawaban peserta sebelum keputusan dipastikan.

“Keputusan saya kira di dewan juri, ya,” ujar Dyastasita.

Sementara pembawa acara lomba menyebut keputusan sepenuhnya berada di tangan juri.

“Baik adik-adik, keputusan di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” jelas MC.

Juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Indri Wahyuni, turut menekankan pentingnya artikulasi saat peserta menjawab pertanyaan.

“Begini, kan sudah diperingatkan dari awal bahwa artikulasi itu penting. Jadi, biasakan menjawab dengan artikulasi yang jelas, kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak karena mendengar artikulasi yang tidak jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberi nilai minus 5,” paparnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#lcc 4 pilar #keputusan juri #wakil ketua mpr ri #SMAN 1 PONTIANAK