PONTIANAK POST - MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, menyampaikan permohonan maaf terbuka terkait pernyataannya yang viral di media sosial saat babak final lomba berlangsung pada 9 Mei 2026.
Melalui unggahan pernyataan resminya, Shindy mengaku menyesali ucapan yang dinilai menimbulkan kekecewaan dan melukai berbagai pihak, khususnya peserta dari SMAN 1 Pontianak.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: "mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja," yang seharusnya tidak patut saya sampaikan,” tulis Shindy dalam Instragram @shindy_mcwedding, Selasa (12/5) siang.
Baca Juga: MPR RI Minta Maaf soal Polemik LCC 4 Pilar Kalbar, Juri dan MC Resmi Dinonaktifkan
Ia menyadari pernyataan tersebut memicu ketidaknyamanan di tengah masyarakat yang mengikuti jalannya kompetisi.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini,” lanjutnya.
Shindy juga memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan akibat ucapannya dalam forum publik tersebut.
“Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya,” tulisnya.
Menurut Shindy, polemik tersebut menjadi pembelajaran penting agar dirinya lebih berhati-hati dan bijaksana saat bertugas di ruang publik.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas diruang publik,” ungkapnya.
Baca Juga: Viral Penilaian LCC 4 Pilar Kalbar, Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf dan Janji Tindak Juri
Ia berharap permohonan maaf tersebut dapat diterima dan menjadi evaluasi bagi dirinya ke depan.
Polemik dalam final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar bermula ketika regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ujar salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak.
Namun jawaban itu justru mendapat nilai minus lima dari dewan juri. Pertanyaan kemudian dialihkan kepada regu lain dari SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ucap peserta dari SMAN 1 Sambas.
Baca Juga: Disdik Kalbar Minta SMAN 1 Ajukan Peninjauan Ulang Hasil LCC 4 Pilar
“Inti jawabannya sudah benar, nilai 10,” kata Dyastasita selaku juri.
Keputusan tersebut diprotes peserta SMAN 1 Pontianak karena menilai substansi jawaban mereka sama.
“Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B,” kata salah satu peserta.
Situasi memanas setelah respons dari juri dan MC dianggap tidak memberikan ruang pengecekan ulang jawaban peserta.
Baca Juga: Viral LCC 4 Pilar Kalbar Diprotes, Keputusan Juri Tuai Kritik Netizen
“Baik adik-adik, keputusan di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” jelas MC.
Pernyataan tersebut kemudian ramai dikritik warganet dan memicu perdebatan di media sosial. (*)
Editor : Chairunnisya