Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Komisi VI DPR Dorong Penambahan Gudang Bulog Dekat Sentra Panen untuk Maksimalkan Serapan Gabah di Berbagai Daerah

Basilius Andreas Gas • Rabu, 13 Mei 2026 | 07:22 WIB
Kondisi Gudang Badan Logistik (Bulog) Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/Feri Purnama)
Kondisi Gudang Badan Logistik (Bulog) Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/Feri Purnama)

PONTIANAK POST- Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh mendorong pemerintah memperbanyak gudang Bulog di dekat sentra pertanian guna mempermudah penyerapan gabah petani saat musim panen raya.

"Tentunya bagaimana gudang-gudang ini diperbanyak, dan itu memang sedang direncanakan ya," kata Muhammad Husein Fadlulloh usai meninjau Gudang Bulog di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa.

Ia mengatakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra saat ini tengah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah gudang Bulog di berbagai daerah untuk melihat kondisi fasilitas penyimpanan di lapangan.

Menurut dia, gudang Bulog memiliki peran penting sebagai lokasi penyerapan dan penyimpanan hasil pertanian, khususnya beras yang dibeli dari petani sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

"Perlu banyak gudang untuk mempermudah para petani," katanya.

Husein menilai keberadaan gudang yang lebih dekat dengan wilayah pertanian akan membantu peningkatan serapan gabah sekaligus menjaga stok beras nasional.

"Tentunya kita terus mendorong ya, sepertinya kita tadi juga bicarakan mengenai adanya keperluan mengenai gudang-gudang untuk stok beras," katanya.

Ia menambahkan Bulog selama ini mengutamakan pembelian gabah dari petani lokal dengan harga sesuai ketentuan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram gabah kering panen.

Menurut dia, proses penyerapan gabah akan berjalan lancar apabila seluruh pihak menjalankan aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Penyerapannya itu sebetulnya yang utama adalah bagaimana semuanya itu sesuai dengan aturan pemerintah, bukan dipersulit," katanya.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah memaksimalkan pembelian gabah petani saat panen raya dan menghindari kebijakan impor beras pada periode tersebut.

"Kita juga terus mendorong bagaimana pemerintah bisa membeli gabah-gabah dari petani, dan juga bagaimana pemerintah ini tidak melakukan impor di saat petani-petani ini sedang panen raya," katanya. (ant)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
#panen #pemerintah #bulog #optimal #dpr