Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menpar Tinjau Kesiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Tekankan Tata Kelola, Konservasi, dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Basilius Andreas Gas • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:04 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark Raja Ampat di Geosite Piaynemo, Selasa (12/5). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)
 Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark Raja Ampat di Geosite Piaynemo, Selasa (12/5). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)

PONTIANAK POST- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan peninjauan kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat sekaligus memperkuat tata kelola destinasi pariwisata berkelas dunia.

Widiyanti menegaskan bahwa status geopark dunia tidak hanya menjadi pengakuan internasional, tetapi juga menuntut komitmen jangka panjang dalam menjaga kelestarian kawasan melalui pengelolaan yang kuat, konservasi nyata, serta keterlibatan masyarakat lokal.

“Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Saat meninjau Geosite Piaynemo, Selasa (12/5), ia kembali menekankan bahwa status UNESCO Global Geopark merupakan tanggung jawab berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan alam dan pembangunan pariwisata.

Raja Ampat dijadwalkan menjalani proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada Agustus 2026 sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh atas status yang telah disandang kawasan tersebut.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pelestarian lingkungan, penguatan tata kelola, serta pemberdayaan masyarakat agar manfaat ekonomi dari pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Dalam kunjungannya, Widiyanti turut meninjau Desa Wisata Arborek yang meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dan dinilai berhasil mengembangkan ekowisata berbasis ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan pelestarian budaya dan ekosistem laut.

“Desa Arborek adalah bukti nyata bahwa ekowisata bukan hanya konsep di atas kertas. Di sini kita melihat bagaimana masyarakat mampu berdaya secara ekonomi tanpa mengabaikan warisan leluhur dan kelestarian laut. Keberhasilan Arborek harus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia,” katanya.

Kunjungan ditutup di Pulau Kri, Distrik Meos Mansar, dengan peninjauan program konservasi hiu di Sorido Bay Resort, di mana ia memberi nama “Putri” pada salah satu telur hiu zebra yang tengah dalam masa inkubasi sebagai simbol pelestarian ekosistem laut.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan Raja Ampat sebagai destinasi unggulan dunia yang memberi manfaat bagi generasi kini dan mendatang. (*)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
#revalidasi #unesco #konservasi #tata kelola #raja ampat