Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

UMKM Mimika Papua Tengah Laksanakan Ekspor Perdana 240 Kg Kepiting Bakau ke Malaysia, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Internasional

Basilius Andreas Gas • Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06 WIB
Ilustrasi - Pengiriman komoditas perikanan berupa kepiting bakau dan lobster dari Maluku (ANTARA/Dedy Azis)
Ilustrasi - Pengiriman komoditas perikanan berupa kepiting bakau dan lobster dari Maluku (ANTARA/Dedy Azis)

PONTIANAK POST – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika, Papua Tengah melakukan ekspor perdana 240 kilogram kepiting bakau ke Malaysia.

Pelepasan ekspor dilakukan PT Hoki Laut Perkasa melalui Bandar Mozes Kilangin Timika dan disaksikan Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, Rabu.

Bupati Johannes menyatakan komitmen Pemkab Mimika mendukung UMKM menembus pasar ekspor, khususnya produk perikanan.

Baca Juga: Kemenkum Kalbar Perkuat Kompetensi Penyusunan Prolegda dan Naskah Akademik di Kalbar

“Kepiting bakau yang hari ini diekspor ke Malaysia merupakan hasil tangkapan masyarakat. Tugas kami adalah mendorong mereka membudidayakan kepiting,” ujar Johannes pada pelepasan ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor Mimika 2026.

Pemkab Mimika juga meminta Bea Cukai Timika memastikan surat keterangan asal komoditas tetap mencantumkan Mimika sebagai daerah pengiriman.

“Kami berharap surat keterangan asal ini harus dari Timika. Terima kasih Bea Cukai dan Karantina yang sudah membuka pintu bagi pertumbuhan ekonomi Mimika,” kata Johannes.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Kampus Hilirisasi Riset dan Paten agar Jadi Aset Ekonomi Bernilai Nasional

Kepala KPPBC TMP C Timika Yudi Amrullah menekankan ekspor ini menjadi bukti dukungan pemerintah bagi UMKM menuju pasar internasional serta kontribusi nyata sektor perikanan terhadap ekonomi daerah dan nasional.

“Total devisa ekspor SDA 2025 melalui Timika mencapai Rp1,29 miliar dengan volume 21,5 ton. Sampai Mei 2026, devisa sudah Rp1,05 miliar dengan volume 19,24 ton. Komoditas utama ekspor tahun ini kepiting bakau hidup, ke Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan ekspor perdana ini adalah hasil kolaborasi untuk mengakui produk UMKM Mimika secara internasional.

“Kepiting bakau ini bukan sekadar komoditas, tapi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat. Kita bertanggung jawab menjaga kualitas, kontinuitas, dan kepatuhan terhadap standar internasional sekaligus melestarikan nilai lokal,” ujar Anton.

Kegiatan ini menjadi inspirasi bagi UMKM lain, dan Bea Cukai Timika, Karantina Papua Tengah, serta UPBU Moses Kilangin Timika siap membimbing UMKM agar menembus pasar global. (ant)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
#ekspor #ekonomi lokal #mimika #UMKM #kepiting bakau