Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menteri ESDM dan Menkeu Sepakati Penundaan Royalti dan Bea Keluar Tambang Sambil Maksimalkan Potensi PNBP

Basilius Andreas Gas • Kamis, 14 Mei 2026 | 10:11 WIB
Ilustrasi - Sebuah kapal menarik tongkang bermuatan ribuan ton batu bara melintasi Jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh di Sungai Barito di Muara Teweh. (ANTARA/HO-Dinas Perhubungan Barito Utara)
Ilustrasi - Sebuah kapal menarik tongkang bermuatan ribuan ton batu bara melintasi Jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh di Sungai Barito di Muara Teweh. (ANTARA/HO-Dinas Perhubungan Barito Utara)

PONTIANAK POST – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sepakat menunda penerapan royalti dan bea keluar untuk komoditas tambang.

“Dalam pertemuan tadi, kedua menteri sepakat untuk membahas kembali rencana penerapan bea keluar dan royalti. Jadi, dipending (ditunda) untuk pembahasan lebih lanjut,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, Rabu.

Selain itu, Anggia menyebut pertemuan juga membahas upaya ESDM memaksimalkan potensi penerimaan negara. Namun, diskusi belum menyentuh pengaruh melemahnya rupiah terhadap harga BBM dan subsidi energi.

Baca Juga: Ekonomi Kalbar Tumbuh 6,14 Persen pada 2026, Tertinggi di Regional Kalimantan dan Lampaui Nasional

“Belum, belum sampai ke sana. Ini kan baru terjadi kan ya, (kurs) Rp17.500-an,” kata Anggia.

Pertemuan tersebut juga menyoroti percepatan program swasembada energi dan pengembangan listrik desa. Purbaya menyatakan siap mendukung langkah strategis yang disiapkan ESDM, terutama yang berdampak pada penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Pada dasarnya, setiap upaya Pak Menteri ESDM akan saya dukung,” ucap Purbaya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Bahlil menegaskan pentingnya pengelolaan pendapatan negara di sektor ESDM secara terintegrasi agar manfaatnya optimal bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

“Kami bersama Menteri Keuangan membahas program sinkronisasi, di antaranya bagaimana meningkatkan PNBP, tetapi juga bagaimana mewujudkan program swasembada energi dan listrik desa,” jelas Bahlil. (ant)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
#energi desa #tambang #royalti #pnbp