Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dukung Industri Sulih Suara, Kemenekraf Bina Talenta Dubber di Pontianak

Antara • Kamis, 14 Mei 2026 | 22:23 WIB
Kemenekraf bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) menggelar Workshop Pembinaan Talenta Ekonomi Kreatif: Voice Over (Sulih Suara) di Pontianak. (ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif)
Kemenekraf bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) menggelar Workshop Pembinaan Talenta Ekonomi Kreatif: Voice Over (Sulih Suara) di Pontianak. (ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif)

 

PONTIANAK POST – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkomitmen penuh mendukung pembinaan talenta pengisi suara nasional. Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem industri sulih suara yang kian potensial.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Cecep Rukendi, menyatakan pihaknya rutin menggelar lokakarya bagi para talenta. Program unggulan seperti Wonder Voice of Indonesia menjadi motor penggerak utama.

Cecep menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif membuka peluang besar bagi profesi voice over. Data BPS menunjukkan kontribusi sektor ini mencapai Rp1.611,2 triliun pada 2025.

"Pertumbuhan tersebut membuka peluang besar industri sulih suara di tengah pesatnya konten digital," ujar Cecep, Kamis (14/5).

Kemenekraf menggandeng Seruni KMP menggelar Workshop Pembinaan Talenta Ekonomi Kreatif di Pontianak, Kalimantan Barat. Acara ini berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia dengan dukungan berbagai pihak.

Baca Juga: Wamen Ekraf Dorong Seniman Berbasis Budaya dalam Berkarya di Jakarta Art Gardens untuk Perkuat Identitas dan Nilai Ekonomi Kreatif

Peserta mendapatkan pelatihan teknis vokal hingga pemahaman mendalam mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Selain itu, strategi membangun jejaring dan citra diri menjadi materi utama.

Peran Manusia di Tengah Tantangan AI

Kemenekraf menekankan pentingnya talenta muda memahami aspek bisnis dan personal branding. Hal ini krusial agar mereka mampu bersaing di platform global secara profesional.

"Kami ingin talenta tidak hanya jago menjual suara, tapi paham bisnis dan HKI," tegas Cecep.

Baca Juga: Hari Jadi Kota Sintang ke-664 Dimeriahkan Pameran Ekraf, Kuliner, dan Festival Musik

Dalam acara tersebut, peserta juga membedah dampak teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pengisi suara profesional, Bimo Kusumo, membagikan pandangannya mengenai tantangan teknologi ini.

Bimo menekankan bahwa emosi manusia tetap menjadi kunci utama dalam industri sulih suara. Menurutnya, aspek empati tidak bisa digantikan oleh mesin.

"Betul AI bisa meniru nada, tapi AI tidak akan pernah bisa menggantikan empati," kata Bimo.

Ia menambahkan, orisinalitas manusia dalam membangun koneksi emosional akan selalu dicari. Suara manusia memiliki kekuatan storytelling yang menyentuh hati para pendengar.(ant)

Editor : Uray Ronald
#Kemenekraf #industri sulih suara #talenta ekonomi kreatif #voice over Indonesia #pengisi suara