Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Di Balik Listrik Sumatera Mati Total: UMKM dan Warga Terdampak, Sebagian Warga Pekanbaru Pilih Menginap di Hotel

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 24 Mei 2026 | 21:50 WIB
Sejumlah personel Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melakukan patroli malam di Medan, Sumut. ANTARA/HO-Bidang Humas Polda Sumatera Utara.
Sejumlah personel Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melakukan patroli malam di Medan, Sumut. ANTARA/HO-Bidang Humas Polda Sumatera Utara.

 

PONTIANAK POST — Gangguan listrik massal masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera hingga Minggu (24/5). Kondisi byarpet atau mati-hidup mendadak membuat aktivitas masyarakat terganggu dan memukul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di sejumlah daerah, warga terpaksa mencari tempat berlindung sementara karena rumah tanpa listrik dan air bersih selama berjam-jam. Sebagian warga di Pekanbaru bahkan memilih menginap di hotel atau menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan demi menghindari panas.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumatera Utara, Haposan Sialagan, mengatakan blackout telah memicu kerugian besar bagi pelaku usaha, terutama UMKM yang tidak memiliki genset cadangan.

“Kerugian akibat pemadaman listrik ini sangat besar, khususnya bagi UMKM. Memang belum bisa dihitung secara pasti, tetapi nilainya jelas tidak kecil,” ujarnya kepada Sumut Pos.

Kafe dan Pedagang Kecil Terpaksa Tutup

Menurut Haposan, pelaku usaha kecil menjadi kelompok paling rentan terdampak karena operasional mereka sangat bergantung pada pasokan listrik harian.

Kafe, warung kopi, hingga pedagang kaki lima di sejumlah titik Kota Medan disebut mengalami penurunan aktivitas drastis sejak pemadaman berlangsung.

“Banyak kafe akhirnya tutup sementara. UMKM di pinggir jalan juga tidak bisa berjualan seperti biasa,” katanya.

Sementara itu, industri berskala besar masih dapat bertahan dengan mengandalkan genset. Namun, penggunaan genset dalam waktu panjang dinilai meningkatkan biaya operasional karena tambahan konsumsi bahan bakar dan perawatan mesin.

Warga “Ngungsi” ke Hotel dan Mal

Di Pekanbaru, suasana sejumlah hotel di kawasan Jalan Sudirman, Tuanku Tambusai, dan Jalan Ahmad Yani terlihat lebih ramai sejak Jumat (22/5) malam.

Sebagian warga mengaku memilih menginap di hotel karena kesulitan air bersih dan suhu udara yang panas akibat listrik padam berkepanjangan.

“Anak-anak rewel kalau kepanasan, tapi masalah air yang utama. Ya anggap saja lagi libur akhir pekan,” kata Galuh Mananta, warga Sukajadi.

Warga lain memilih bertahan di pusat perbelanjaan sambil menunggu listrik kembali normal.

“Listrik di rumah padam lagi. Tadi malam sempat nyala, tapi siang ini padam lagi. Kami jadinya ngungsi ke mal biar lebih dingin,” ujar Nada, warga Panam.

Empat Orang Terjebak di Lift

Pemadaman listrik mendadak juga memicu insiden di gedung PT PLN (Persero) UID RKR di Pekanbaru, Jumat (22/5) malam.

Empat orang sempat terjebak di dalam lift saat listrik mendadak padam. Tim pemadam kebakaran kemudian diterjunkan untuk melakukan evakuasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, melalui Koordinator Komunikasi dan Informasi Duul Gamar, mengatakan pihaknya langsung mengirim personel ke lokasi setelah menerima laporan.

“Kami juga mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos 13 Cempaka untuk melakukan penyelamatan,” ujarnya.

Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Kementerian ESDM Evaluasi Sistem Kelistrikan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta PLN memastikan pemulihan pasokan listrik dilakukan maksimal agar aktivitas masyarakat dan ekonomi segera kembali normal.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap blackout yang melumpuhkan sebagian sistem kelistrikan Sumatera.

“Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan investigasi menyeluruh untuk mencari akar masalah blackout tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, mengatakan tim inspektur ketenagalistrikan telah diterjunkan sejak awal gangguan terjadi.

Gangguan Bermula dari Jaringan Transmisi Jambi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan gangguan awal berasal dari sistem transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang diduga terdampak cuaca buruk.

Gangguan itu kemudian memicu efek domino pada sistem interkoneksi Sumatera dan berdampak pada sejumlah pembangkit listrik di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Meski demikian, PLN mengklaim proses pemulihan sistem terus berjalan.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti seluruh personel di lapangan serta dukungan dari Kementerian ESDM dan berbagai pihak di daerah, sistem kelistrikan Sumatera kini telah kembali normal,” ujar Darmawan.

Pemulihan Dilakukan Bertahap

PLN menyebut pemulihan dilakukan secara bertahap mulai dari jaringan transmisi, gardu induk, hingga sinkronisasi pembangkit listrik ke sistem interkoneksi Sumatera.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem agar gangguan tidak kembali meluas saat beban listrik dinaikkan.

Blackout Sumatera kali ini juga memunculkan evaluasi besar terhadap ketahanan backbone kelistrikan nasional, terutama kebutuhan penguatan jaringan transmisi 500 kV dan 275 kV di Pulau Sumatera. (jpc)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#blackout Sumatera #UMKM terdampak #listrik byarpet #listrik padam #pln