Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

MORSA ; Gerakan Besar Kebangkitan Sastra dan Seni Budaya Nasional Siap Mengguncang Generasi Muda

Basilius Andreas Gas • Selasa, 26 Mei 2026 | 09:58 WIB
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (kiri) saat menerima audiensi sejumlah budayawan yang tergabung dalam tim MORSA di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/). (ANTARA/HO-Kemenbud)
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (kiri) saat menerima audiensi sejumlah budayawan yang tergabung dalam tim MORSA di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/). (ANTARA/HO-Kemenbud)

PONTIANAK POST- Kebangkitan besar sastra dan seni budaya nasional mulai digelorakan pemerintah melalui dukungan penuh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon terhadap Gelar Seni Budaya Indonesia MORSA (Musik Tradisional, Orkestra dan Sastra) yang digadang-gadang menjadi panggung kolaborasi kreatif generasi muda dan para maestro budaya Indonesia.

Dukungan itu disampaikan Fadli Zon saat menerima audiensi sejumlah budayawan yang tergabung dalam tim MORSA di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta. Ia menilai kegiatan berbasis komunitas dapat memunculkan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat eksistensi budaya lokal di tingkat nasional.

“Ekosistem sastra tentu memerlukan kolaborasi semua pihak. Harus ada sinergi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan, bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan kesadaran bersama,” ujar Fadli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pengembangan sastra tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, komunitas budaya dan pelaku seni.

Fadli menjelaskan pemerintah berperan dalam memberikan dukungan dan fasilitasi, sementara perguruan tinggi berkontribusi melalui penguatan edukasi kebudayaan. Di sisi lain, pelaku budaya menjadi ujung tombak dalam melahirkan karya sastra inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia juga menilai agenda MORSA sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan dalam memajukan budaya sastra melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN).

“Kita memang harus membangun segmen, misalnya bagaimana ada apresiasi terhadap karya-karya seni yang dapat memunculkan kerja sama dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Sementara itu, budayawan Bambang Oeban mengatakan MORSA digagas untuk melanjutkan estafet sastra dari para maestro kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih modern dan atraktif.

“MORSA menjadi perwujudan bahwa sastra dapat dikemas dan dikembangkan menjadi kebutuhan masa kini, sehingga ada sentuhan teatrikal, monolog, dramaturgi, dan kreativitas multimedia,” ujarnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah budayawan dan akademisi, di antaranya Sutardji Calzoum Bachri, Jose Rizal Manua, Joko Pranoto, Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof. Baiquni, serta Guru Besar Program Studi Teater Prof. Yudiaryani.

Menutup dialog, Fadli mendorong para perupa dan pelaku budaya memanfaatkan dukungan pemerintah melalui dana abadi kebudayaan atau Dana Indonesia Raya guna menghasilkan karya sastra inovatif dan berdaya saing. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#Menbud #MORSA #sastra #Seni budaya #Kreativitas