PONTIANAK POST - Investor Tiongkok kembali menegaskan kepercayaan mereka terhadap proyek strategis nasional Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Penguatan komitmen ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Starbright International Investment, Lu Keming, di Jakarta, Selasa (26/5).
Dalam pernyataannya, Lu Keming mengapresiasi kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilai konsisten membuka ruang bagi investasi asing di pembangunan IKN. Apresiasi tersebut disampaikan usai forum bisnis Indonesia–Tiongkok dan pendirian asosiasi bisnis internasional.
Proyek Apartemen hingga Kawasan Komersial Mulai Berjalan
Perusahaan Lu Keming, PT Starbright International Investment, disebut telah menandatangani kesepakatan dengan Otorita IKN sejak awal tahun.
Kesepakatan tersebut mencakup pembangunan bertahap mulai dari apartemen, kawasan ritel, hingga perkantoran di IKN. Menurut Lu, proyek berjalan lancar berkat dukungan infrastruktur dasar yang sudah tersedia.
Ia menyebut fasilitas air dan listrik telah terhubung langsung ke lokasi proyek. Hal ini mempercepat proses konstruksi dan mengurangi hambatan teknis di lapangan.
IKN Didorong Jadi Kota Global dengan Investasi Multinasional
Lu Keming menilai IKN memiliki karakter sebagai kota global baru yang terbuka bagi investor dari berbagai negara. Selain Tiongkok, investasi juga datang dari Korea Selatan, Jepang, hingga Uni Emirat Arab.
Dalam konteks investasi asing Indonesia, IKN dipandang sebagai magnet baru yang menggeser pusat pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa. Hal ini diperkuat oleh skema kerja sama lintas negara yang mulai terbentuk.
Menurutnya, total investasi Tiongkok di IKN saat ini telah mencapai sekitar 2 miliar yuan atau setara Rp5,2 triliun. Namun angka tersebut diperkirakan masih akan meningkat seiring bertambahnya proyek baru.
Harapan Akses Transportasi Langsung ke IKN
Meski progres berjalan positif, Lu Keming menyoroti kebutuhan peningkatan aksesibilitas menuju kawasan ibu kota baru. Salah satu usulan utamanya adalah pembukaan bandara IKN untuk penerbangan komersial internasional.
Ia menilai akses langsung akan memperkuat minat investor global untuk datang tanpa harus transit di Balikpapan. Waktu tempuh yang lebih singkat dinilai akan meningkatkan efisiensi kunjungan bisnis.
Dengan konektivitas yang lebih baik, ia optimistis IKN dapat berkembang menjadi kawasan urban yang makmur dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Pembangunan IKN dan Arah Investasi Global
Pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan pembangunan IKN Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru. Proyek ini menjadi salah satu agenda utama transformasi ekonomi jangka panjang Indonesia.
Dalam kerangka infrastruktur IKN, pemerintah menargetkan keterlibatan investor global untuk mempercepat pembiayaan dan pembangunan kawasan inti. Hal ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada APBN. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro