Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mineral Langka untuk Industri Teknologi Diduga Akan Diselundupkan, TNI AL Geledah Kontainer di Pelabuhan Batam

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 28 Mei 2026 | 22:52 WIB
Panglima Komando Armada RI Laksdya TNI Denih Hendrata (kiri) dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon (kanan) saat memeriksa kontainer berisi mineral di Batam, Selasa (26/5/2026) (ANTARA/Ho-Humas Mabes TNI)
Panglima Komando Armada RI Laksdya TNI Denih Hendrata (kiri) dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon (kanan) saat memeriksa kontainer berisi mineral di Batam, Selasa (26/5/2026) (ANTARA/Ho-Humas Mabes TNI)

 

PONTIANAK POST — TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada RI menggagalkan dugaan upaya penyelundupan mineral strategis yang diduga berkaitan dengan kebutuhan industri teknologi global, termasuk baterai kendaraan listrik, perangkat elektronik, hingga industri semikonduktor.

Pengungkapan dilakukan oleh KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I pada Minggu (17/5) di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Dalam operasi tersebut, aparat menemukan indikasi pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor mineral yang diduga dilakukan secara ilegal.

Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyebut temuan awal menunjukkan adanya potensi pelanggaran serius dalam pengiriman komoditas mineral strategis ke luar negeri.

“Dari hasil pendalaman, ditemukan dugaan pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor minerba yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kedaulatan pengelolaan sumber daya alam nasional,” kata Denih, dikutip dari ANTARA.

Diduga Terkait Rantai Pasok Industri Teknologi Global

Berdasarkan informasi awal, kontainer yang diperiksa diduga berisi mineral yang memiliki nilai strategis dalam rantai pasok industri teknologi dunia, termasuk material yang kerap digunakan dalam produksi baterai lithium, kendaraan listrik (EV), hingga perangkat elektronik canggih.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan 25 kontainer yang dicurigai, dengan 15 di antaranya dibuka untuk pemeriksaan kesesuaian dokumen dan isi barang.

“Indonesia sebenarnya berada dalam posisi strategis dalam rantai pasok mineral kritis global, terutama karena kandungan logam tanah jarang yang terdapat dalam nikel dan bauksit. Namun, sebagian besar masih berada pada tahap eksplorasi sehingga belum memberikan nilai tambah maksimal di industri teknologi global,” demikian penjelasan peneliti BRIN dalam kajian mineral kritis nasional.

Sementara itu, Kementerian ESDM menegaskan bahwa mineral kritis seperti LTJ memiliki peran vital dalam mendukung transisi energi, khususnya pada industri baterai, energi terbarukan, dan teknologi tinggi dunia.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Pengawasan Jalur Laut dan Mineral Kritis

Kasus ini kembali menyoroti kerawanan jalur laut Indonesia sebagai salah satu rute strategis perdagangan mineral bernilai tinggi. Batam disebut menjadi salah satu titik penting dalam pengawasan ekspor komoditas tambang.

TNI AL menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap potensi penyelundupan sumber daya alam, terutama komoditas yang memiliki nilai strategis dalam industri masa depan.

Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon menilai pengungkapan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

Mineral Kritis dan Persaingan Global

Mineral tanah jarang dan mineral kritis kini menjadi komoditas penting dalam persaingan global, terutama di tengah percepatan transisi energi dan industri digital.

Permintaan dunia terhadap bahan baku baterai, magnet industri, dan komponen elektronik terus meningkat, sehingga pengawasan terhadap perdagangan ilegal menjadi semakin krusial.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan 47 jenis mineral kritis nasional yang mencakup komoditas strategis seperti nikel, bauksit, timah, serta unsur terkait logam tanah jarang (LTJ) yang menjadi fondasi utama industri energi bersih, baterai kendaraan listrik, dan teknologi tinggi.

Sementara itu, kajian Badan Geologi ESDM menunjukkan potensi LTJ di Indonesia tersebar di sedikitnya 29 lokasi mineralisasi, namun baru sekitar 30 persen yang masuk tahap eksplorasi awal, sedangkan sisanya masih menjadi potensi terbuka untuk pengembangan industri. salah satu wilayah potensial adalah Kalimantan Barat. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#mineral tanah jarang #penyelundupan mineral Batam #rare earth Indonesia #industri baterai EV #TNI AL mineral ilegal