PONTIANAK POST- Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 2.000 meter di atas puncaknya pada Sabtu pagi, sehingga memicu peningkatan kewaspadaan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan bencana.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengatakan letusan gunung yang memiliki ketinggian sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut itu terjadi pada pukul 08.42 WIB.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini satu menit 25 detik," kata Lana dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, erupsi dipicu oleh akumulasi energi magma di dalam tubuh gunung yang kemudian menghasilkan semburan abu vulkanik tebal secara tiba-tiba. Hingga laporan kebencanaan berkala disusun, aktivitas erupsi dilaporkan masih berlangsung.
Badan Geologi menyatakan status aktivitas Gunung Marapi saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Status tersebut disertai sejumlah rekomendasi untuk membatasi aktivitas masyarakat di area yang berpotensi terdampak bahaya vulkanik.
Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diminta tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi yang berada di Kawah Verbeek. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko paparan awan panas, lontaran material pijar, maupun potensi bahaya lain yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran sungai, dan bantaran sungai yang berhulu di kawasan puncak Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya aliran lahar dingin, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Warga turut diimbau menjaga dan melindungi sumber air bersih agar tidak terkontaminasi material vulkanik berbahaya. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas