Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Blueprint Sudah Ada, Proyek Kereta Api Kalteng Belum Temukan Investor

Efprizan • Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:40 WIB

 

Proyek kereta api lintas Kalimantan Tengah masih tertunda karena belum ada investor yang bersedia mendanai pembangunan. (Ilustrasi AI/Pontianak Post)
Proyek kereta api lintas Kalimantan Tengah masih tertunda karena belum ada investor yang bersedia mendanai pembangunan. (Ilustrasi AI/Pontianak Post)

PONTIANAK POST-Sejumlah provinsi di Pulau Kalimantan rupanya sudah mempunyai rencana yang sejalan dengan pemerintah pusat yang akan membangun jaringan kereta api di Pulau Borneo sepanjang 2.772 kilometer.

Jika di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sudah membuka peluang membangun jaringan kereta api setelah PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) menawarkan investasi senilai Rp20 hingga Rp25 triliun tanpa menggunakan anggaran pemerintah, Kalimantan Tengah (Kalteng) juga demikian.

Provinsi Kalteng juga punya rencana membangun jalur kereta api lintas daerah. Tapi sayangnya hingga kini belum dapat direalisasikan karena belum adanya investor yang bersedia terlibat dalam pendanaan proyek tersebut, meski rancangan dan dokumen perencanaannya telah lama disiapkan oleh pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah Yulindra Dedy mengatakan, proyek kereta api tersebut masih menunggu keterlibatan pihak ketiga sebagai sumber pembiayaan pembangunan, sebagaimana disampaikan kepada wartawan di Palangka Raya, Kamis (9/4/2026), dikutip dari Tabengan.co.id.

Baca Juga: Kalteng Desak Kepastian Proyek Kereta Api Lintas Kalimantan

“Kami masih menunggu dari pihak ketiga (investor) yang berkenan untuk bekerja sama dalam pembangunan ini,” ujar Dedy.

Jalur Strategis Masih Dalam Tahap Kajian

Rencana pembangunan kereta api itu akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Kalimantan Tengah, antara lain Puruk Cahu, Desa Batanjung di Kabupaten Kapuas, dan Kelurahan Bangkuang di Kabupaten Barito Selatan.

Menurut Dedy, pemerintah masih mengkaji beberapa alternatif rute untuk menentukan jalur yang paling efektif dan efisien dari sisi pembiayaan maupun manfaat ekonomi.

“Ada rencana yang melewati Puruk Cahu, Gunung Mas, hingga Batanjung. Tinggal dikaji mana yang lebih efektif dan efisien dari sisi pendanaan,” katanya.

Baca Juga: Investasi Rp25 Triliun, Kaltara Siap Bangun Jaringan Kereta Api: Terhubung ke IKN, Brunei dan Malaysia

Ia menegaskan hasil kajian akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan apabila dukungan investasi telah tersedia.

Prioritas Angkutan Barang

Pada tahap awal, jalur kereta api tersebut diproyeksikan untuk mendukung distribusi barang, terutama komoditas sumber daya alam yang menjadi andalan Kalimantan Tengah.

Namun, pemerintah juga membuka peluang pengembangan layanan angkutan penumpang apabila kondisi ekonomi dan kebutuhan transportasi memungkinkan.

“Sementara barang dulu, sambil nanti berjalan dikombinasikan dengan angkutan orang, masih melihat kemungkinan-kemungkinan,” tutur Dedy.

Baca Juga: Melintas hingga Malaysia dan Brunei, Rencana Kereta Api Trans-Kalimantan Sejalan dengan Proyek TBR Brunergy

Keberadaan jalur kereta api dinilai penting untuk memperkuat konektivitas kawasan serta memperlancar distribusi hasil pertambangan, perkebunan, dan kehutanan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Blueprint Sudah Ada, Realisasi Masih Menunggu

Dedy menjelaskan blueprint pembangunan jalur kereta api sebenarnya telah tersedia sejak lama dan sudah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Tengah serta dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan kapan proyek tersebut mulai dibangun karena masih berada pada tahap perencanaan jangka panjang.

“Kalau blueprint dari dulu sudah ada, di RTRWP kita juga sudah masuk. Kalau terkait kapan dimulainya pembangunan, itu saya masih belum bisa menjanjikan,” ujarnya.

Baca Juga: Kereta Api Kalimantan Berpotensi Ubah Wajah Pulau Borneo, Pihak Sarawak Mendukung Penuh

Ia menambahkan, keputusan investor sangat bergantung pada potensi komoditas yang akan diangkut dan kelayakan finansial proyek tersebut.

Seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), konsep pengembangan kereta api di Kalimantan juga diperluas menjadi jaringan lintas Kalimantan yang terintegrasi untuk mendukung konektivitas antardaerah.

“Dengan adanya IKN di Kalimantan, didorong untuk kereta api lintas Kalimantan, terkoneksi semua dengan kereta api, desainnya sudah ada,” pungkas Dedy.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Dukung Penuh Rencana Proyek Kereta Api Kalimantan: Bisa Tekan Biaya Logistik hingga Hidupkan Industri dan Ekspor di Pelabuhan Kijing

Proyek Kereta Api Kalimantan 2.772 Kilometer Masuk Prioritas

Pemerintah saat ini merencanakan pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan sepanjang 2.772 kilometer. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga 2045.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan rencana pembangunan masih dalam tahap perhitungan dan penyusunan matang lintas kementerian.

“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Jakarta.

Baca Juga: Jaringan Kereta Api Kaltara Dipastikan Tanpa APBD dan APBN

Pemerintah juga akan membentuk komite khusus yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas).

Secara nasional, proyek konektivitas kereta api luar Jawa (termasuk Kalimantan dan Sulawesi) diproyeksikan membutuhkan total anggaran hingga Rp1.200 triliun yang ditargetkan rampung pada 2045. (*)

 

Editor : Efprizan
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #jalur kereta Kalimantan #kereta api kalteng