PONTIANAK POST-Sejumlah provinsi di Pulau Kalimantan rupanya sudah mempunyai rencana yang sejalan dengan pemerintah pusat yang akan membangun jaringan kereta api di Pulau Borneo sepanjang 2.772 kilometer.
Jika di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sudah membuka peluang membangun jaringan kereta api setelah PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) menawarkan investasi senilai Rp20 hingga Rp25 triliun tanpa menggunakan anggaran pemerintah, Kalimantan Tengah (Kalteng) juga demikian.
Provinsi Kalteng juga punya rencana membangun jalur kereta api lintas daerah. Tapi sayangnya hingga kini belum dapat direalisasikan karena belum adanya investor yang bersedia terlibat dalam pendanaan proyek tersebut, meski rancangan dan dokumen perencanaannya telah lama disiapkan oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah Yulindra Dedy mengatakan, proyek kereta api tersebut masih menunggu keterlibatan pihak ketiga sebagai sumber pembiayaan pembangunan, sebagaimana disampaikan kepada wartawan di Palangka Raya, Kamis (9/4/2026), dikutip dari Tabengan.co.id.
Baca Juga: Kalteng Desak Kepastian Proyek Kereta Api Lintas Kalimantan
“Kami masih menunggu dari pihak ketiga (investor) yang berkenan untuk bekerja sama dalam pembangunan ini,” ujar Dedy.
Jalur Strategis Masih Dalam Tahap Kajian
Rencana pembangunan kereta api itu akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Kalimantan Tengah, antara lain Puruk Cahu, Desa Batanjung di Kabupaten Kapuas, dan Kelurahan Bangkuang di Kabupaten Barito Selatan.
Menurut Dedy, pemerintah masih mengkaji beberapa alternatif rute untuk menentukan jalur yang paling efektif dan efisien dari sisi pembiayaan maupun manfaat ekonomi.
“Ada rencana yang melewati Puruk Cahu, Gunung Mas, hingga Batanjung. Tinggal dikaji mana yang lebih efektif dan efisien dari sisi pendanaan,” katanya.
Ia menegaskan hasil kajian akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan apabila dukungan investasi telah tersedia.
Prioritas Angkutan Barang
Pada tahap awal, jalur kereta api tersebut diproyeksikan untuk mendukung distribusi barang, terutama komoditas sumber daya alam yang menjadi andalan Kalimantan Tengah.
Namun, pemerintah juga membuka peluang pengembangan layanan angkutan penumpang apabila kondisi ekonomi dan kebutuhan transportasi memungkinkan.
“Sementara barang dulu, sambil nanti berjalan dikombinasikan dengan angkutan orang, masih melihat kemungkinan-kemungkinan,” tutur Dedy.
Keberadaan jalur kereta api dinilai penting untuk memperkuat konektivitas kawasan serta memperlancar distribusi hasil pertambangan, perkebunan, dan kehutanan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Blueprint Sudah Ada, Realisasi Masih Menunggu
Dedy menjelaskan blueprint pembangunan jalur kereta api sebenarnya telah tersedia sejak lama dan sudah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Tengah serta dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan kapan proyek tersebut mulai dibangun karena masih berada pada tahap perencanaan jangka panjang.
“Kalau blueprint dari dulu sudah ada, di RTRWP kita juga sudah masuk. Kalau terkait kapan dimulainya pembangunan, itu saya masih belum bisa menjanjikan,” ujarnya.
Baca Juga: Kereta Api Kalimantan Berpotensi Ubah Wajah Pulau Borneo, Pihak Sarawak Mendukung Penuh
Ia menambahkan, keputusan investor sangat bergantung pada potensi komoditas yang akan diangkut dan kelayakan finansial proyek tersebut.
Seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), konsep pengembangan kereta api di Kalimantan juga diperluas menjadi jaringan lintas Kalimantan yang terintegrasi untuk mendukung konektivitas antardaerah.
“Dengan adanya IKN di Kalimantan, didorong untuk kereta api lintas Kalimantan, terkoneksi semua dengan kereta api, desainnya sudah ada,” pungkas Dedy.
Proyek Kereta Api Kalimantan 2.772 Kilometer Masuk Prioritas
Pemerintah saat ini merencanakan pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan sepanjang 2.772 kilometer. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga 2045.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan rencana pembangunan masih dalam tahap perhitungan dan penyusunan matang lintas kementerian.
“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Jakarta.
Baca Juga: Jaringan Kereta Api Kaltara Dipastikan Tanpa APBD dan APBN
Pemerintah juga akan membentuk komite khusus yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas).
Secara nasional, proyek konektivitas kereta api luar Jawa (termasuk Kalimantan dan Sulawesi) diproyeksikan membutuhkan total anggaran hingga Rp1.200 triliun yang ditargetkan rampung pada 2045. (*)
Editor : Efprizan