Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pesan Menag dalam Perayaan Waisak 2026: Momentum Menjaga Perdamaian Dunia

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:15 WIB
NASARUDDIN UMAR,  Menteri Agama
NASARUDDIN UMAR, Menteri Agama

 

PONTIANAK POST – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (B.E.) sebagai momentum memperkuat komitmen menebarkan kebajikan, mempererat persaudaraan, dan menjaga perdamaian dunia.

Pesan tersebut disampaikan sejalan dengan tema Waisak 2026, yakni "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia", yang dinilai relevan dengan berbagai tantangan kemanusiaan dan konflik yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

Menurut Nasaruddin Umar, Dharma tidak hanya dipahami sebagai ajaran keagamaan, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang menuntun manusia untuk tetap berpegang pada nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan.

Di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis, nilai-nilai Dharma dinilai penting untuk menjaga keseimbangan kehidupan sekaligus memperkuat komitmen terhadap perdamaian.

“Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, kebijaksanaan serta di tengah dinamika zaman. Termasuk menjaga perdamaian dunia,” ujar Nasaruddin, Minggu (31/6/2026) di Jakarta.

Menag menjelaskan perdamaian dunia tidak lahir secara instan, melainkan dimulai dari sikap dan perilaku setiap individu dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, nilai cinta kasih menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, hingga komunitas global.

Menurutnya, ketika manusia mampu mengedepankan welas asih, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama, maka potensi konflik dapat diminimalkan.

Sebagai Menteri Agama, Nasaruddin menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan seluruh warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing secara aman dan nyaman.

Ia menilai kebebasan beragama merupakan hak dasar yang harus dijaga bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.

Nasaruddin menegaskan seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Karena itu, kehidupan beragama seharusnya menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan persatuan, bukan sebaliknya.

Ia menilai ajaran kebijaksanaan dalam agama Buddha memiliki keselarasan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama di tengah masyarakat yang majemuk.

“Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” katanya.

Bagi umat Buddha, Hari Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddharta Gautama, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan wafat atau Parinibbana.

Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, Menag berharap Waisak menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat nilai kemanusiaan, menjaga persatuan bangsa, dan membangun kehidupan yang lebih damai.

Di tengah berbagai tantangan global, pesan cinta kasih dan kebijaksanaan yang diwariskan Sang Buddha dinilai tetap relevan sebagai inspirasi dalam membangun dunia yang lebih harmonis dan berkeadaban.

“Peringatan Hari Tri Suci Waisak hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan bangsa, serta mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Nasaruddin. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Waisak 2026 #Hari Tri Suci Waisak #perdamaian dunia #nasaruddin umar #umat buddha