Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hadiri Puncak Waisak 2026 di Borobudur, Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian dan Toleransi

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 31 Mei 2026 | 23:23 WIB
Wapres Gibran mengajak umat Buddha menjadi pelopor perdamaian dan toleransi untuk menjaga persatuan Indonesia di tengah tantangan pembangunan. (Heru Suyitno/Antara)
Wapres Gibran mengajak umat Buddha menjadi pelopor perdamaian dan toleransi untuk menjaga persatuan Indonesia di tengah tantangan pembangunan. (Heru Suyitno/Antara)

PONTIANAK POST – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak umat Buddha menjadi pelopor perdamaian dan memperkuat toleransi guna menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Gibran saat menghadiri peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha di Indonesia.

Menurut Gibran, semangat toleransi dan persaudaraan lintas agama menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung kemajuan bangsa.

Umat Buddha Dinilai Berkontribusi bagi Keharmonisan Bangsa

Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan apresiasi atas kontribusi umat Buddha dalam menjaga harmoni sosial di berbagai daerah.

Ia menilai keterlibatan umat Buddha dalam bidang pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat telah memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Kontribusi tersebut, menurutnya, menjadi contoh bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang membantu sesama tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan.

Borobudur Jadi Simbol Perdamaian dan Keberagaman

Gibran menegaskan perayaan Waisak di Borobudur bukan sekadar kegiatan keagamaan tahunan.

Lebih dari itu, peringatan Waisak mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjunjung tinggi perdamaian, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Borobudur yang setiap tahun menjadi pusat perayaan Waisak juga menunjukkan bagaimana Indonesia mampu merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Perdamaian Jadi Modal Pembangunan

Menurut Gibran, persatuan dan perdamaian merupakan modal utama yang dibutuhkan Indonesia untuk melanjutkan pembangunan nasional.

Di tengah dinamika global dan berbagai tantangan yang terus berkembang, bangsa Indonesia membutuhkan kohesi sosial yang kuat agar mampu menghadapi perubahan dan menjaga stabilitas.

Karena itu, ia mengajak umat Buddha dan seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan masing-masing.

Nilai Buddha Tetap Relevan di Era Modern

Gibran menilai nilai-nilai yang diajarkan Buddha, seperti cinta kasih, welas asih, dan kebijaksanaan, tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan modern.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya penting bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi inspirasi universal dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis.

Menurutnya, masyarakat Indonesia perlu terus menghidupkan semangat saling menghormati, membantu sesama, dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Warisan untuk Generasi Mendatang

Menutup pesannya, Gibran mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Waisak sebagai inspirasi untuk mewariskan Indonesia yang lebih rukun, adil, sejahtera, dan bermartabat bagi generasi mendatang.

Di tengah ribuan umat yang memadati Borobudur, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada keberagamannya, tetapi juga pada kemampuan seluruh anak bangsa untuk hidup berdampingan dalam damai dan saling menghormati. (ars)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#waisak #borobudur #Wapres Gibran #2026 #Hadiah