Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Belajar dari Sumatera: Kereta Api Terbukti Dongkrak Ekonomi Daerah, Bisakah Kalbar Menyusul?

Khoiril Arif Ya'qob • Kamis, 4 Juni 2026 | 15:42 WIB
PT Kereta Api Indonesia Divre III Palembang mendatangkan sebanyak 60 unit gerbong datar baru dari PT Industri Kereta Api (INKA) dalam rangka mendukung kelancaran dan peningkatan kapasitas angkutan batubara di Sumatera Selatan. (ANTARA)
PT Kereta Api Indonesia Divre III Palembang mendatangkan sebanyak 60 unit gerbong datar baru dari PT Industri Kereta Api (INKA) dalam rangka mendukung kelancaran dan peningkatan kapasitas angkutan batubara di Sumatera Selatan. (ANTARA)

PONTIANAK POST - Rencana pembangunan Kereta Api Trans Kalimantan kembali menguat setelah pemerintah memasukkannya ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bagi Kalimantan Barat, proyek ini bukan sekadar soal transportasi, tetapi juga peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan biaya logistik, dan membuka konektivitas antardaerah.

Pengalaman di Sumatera menunjukkan bahwa kehadiran jaringan kereta api mampu memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih luas dibanding sekadar mengangkut penumpang.

Baca Juga: Blueprint Sudah Ada, Proyek Kereta Api Kalteng Belum Temukan Investor

Sejauh ini, Sumatera menjadi salah satu contoh bagaimana infrastruktur rel dapat mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Bisa Jadi Tulang Punggung Logistik

Di Sumatera Selatan, misalnya, kereta api berkembang menjadi moda utama pengangkutan batu bara dalam jumlah besar dari wilayah tambang menuju pelabuhan dan fasilitas energi nasional.

Merujuk pada laporan Antara (28/7/2025), PT Kereta Api Indonesia (KAI) bahkan terus memperkuat kapasitas angkutan batu bara di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Pada 2025, KAI Divre III Palembang mendatangkan 60 gerbong baru untuk meningkatkan kapasitas distribusi komoditas tersebut.

Baca Juga: BRIN Ciptakan Teknologi Canggih untuk Pantau Jembatan Kereta, Kerusakan Bisa Terdeteksi Secara Real-Time

Selain itu, KAI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menggelar forum diskusi pengembangan angkutan kereta api batu bara sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok energi nasional.

Kereta Api Tidak Hanya Angkut Penumpang

Pengalaman Sumatera menunjukkan bahwa kereta api dapat menjadi tulang punggung distribusi logistik daerah.

Disamping mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya, moda transportasi rel mampu mengangkut komoditas dalam volume besar dengan biaya yang lebih efisien.

Hal ini menjadi penting bagi daerah penghasil sumber daya alam seperti Kalimantan Barat yang memiliki potensi besar di sektor bauksit, alumina, perkebunan kelapa sawit, hingga industri pengolahan mineral yang terus berkembang.

Saat ini sebagian besar distribusi komoditas di Kalbar masih mengandalkan transportasi darat menggunakan truk.

Kondisi tersebut sering menimbulkan persoalan mulai dari biaya logistik yang tinggi hingga kerusakan infrastruktur jalan akibat kendaraan bertonase besar.

Baca Juga: Perlintasan Kereta Bisa Lebih Aman, BRIN Ciptakan Rubber Crossing Plate Berbahan Karet Alam

Peluang Besar untuk Kalbar

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan.

Infrastruktur tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas kawasan industri, sentra produksi, hingga pelabuhan ekspor.

Dalam laporan Pontianak Post (29/5), Kepala Bappeda Kalbar Linda Purnama mengatakan keberadaan kereta api berpotensi menekan biaya logistik sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri dan aktivitas ekspor melalui Pelabuhan Kijing.

Menurutnya, konektivitas yang lebih baik akan meningkatkan daya saing daerah dan membuka peluang investasi baru di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Penelitian Internasional Ungkap Potensi Bambu untuk Jalur Kereta Api, Bisakah Diterapkan di Kalimantan?

Walhasil, bila belajar dari Sumatera, manfaat kereta api tidak hanya terlihat pada sektor transportasi.

Infrastruktur rel terbukti mampu mendorong aktivitas ekonomi, memperlancar distribusi komoditas, mengurangi beban jalan raya, dan membuka peluang pertumbuhan kawasan baru.

Pertanyaannya kemudian, mampukah Kalimantan Barat memanfaatkan peluang yang sama ketika Trans Kalimantan benar-benar terwujud? (*)

Editor : Miftahul Khair
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #jalur kereta Kalimantan #Proyek Strategis Nasional