Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Teras Narang: Proyek Kereta Api Kalteng Tinggal Dilanjutkan

Efprizan • Sabtu, 6 Juni 2026 | 19:36 WIB
Proyek kereta api lintas Kalimantan Tengah masih tertunda karena belum ada investor yang bersedia mendanai pembangunan. (Ilustrasi AI/Pontianak Post)
Proyek kereta api lintas Kalimantan Tengah masih tertunda karena belum ada investor yang bersedia mendanai pembangunan. (Ilustrasi AI/Pontianak Post)

PONTIANAK POST - Anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Teras Narang, kembali menyuarakan pentingnya pembangunan jalur kereta api dan revitalisasi transportasi sungai untuk memperkuat konektivitas serta mendukung distribusi komoditas unggulan di Kalimantan Tengah.

Menurut Teras Narang, pembangunan jalur kereta api dan optimalisasi sungai merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai persoalan infrastruktur dan logistik yang masih dihadapi daerah tersebut.

Studi Kelayakan Sudah Pernah Disusun

Mantan Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005–2015 itu mengatakan gagasan pembangunan kereta api sebenarnya telah dirintis sejak masa kepemimpinannya.

Dikutip dari Kalteng Pos, Selasa (28/4/2026), Teras menyebut studi kelayakan atau feasibility study untuk proyek kereta api maupun pengerukan dan optimalisasi jalur sungai telah disiapkan pada saat itu.

Baca Juga: Blueprint Sudah Ada, Proyek Kereta Api Kalteng Belum Temukan Investor

“Feasibility study-nya sudah ada semua, tinggal dilanjutkan. Kalau soal anggaran, itu bisa dicari. Jangan hanya berharap pada APBN,” kata Teras .

Namun, program tersebut tidak berlanjut pada periode pemerintahan berikutnya sehingga hingga kini belum terealisasi.

Kurangi Beban Jalan dan Dukung Distribusi Komoditas

Teras menilai keberadaan jaringan kereta api akan membantu mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan yang selama ini menjadi tulang punggung angkutan hasil tambang dan perkebunan.

Dominasi angkutan darat dengan kendaraan bermuatan berat, menurutnya, menjadi salah satu penyebab kerusakan sejumlah ruas jalan utama di Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Kalteng Desak Kepastian Proyek Kereta Api Lintas Kalimantan

Selain meningkatkan efisiensi distribusi barang, moda transportasi rel juga dinilai dapat mendukung sistem logistik yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dari sisi masyarakat, infrastruktur transportasi yang lebih baik berpotensi memperlancar mobilitas, memperkuat konektivitas antardaerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Jalur Sungai Dinilai Masih Strategis

Selain kereta api, Teras juga mendorong pengaktifan kembali jalur sungai seperti Anjir Banjar dan Anjir Kelampan sebagai alternatif angkutan barang yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Menurutnya, optimalisasi sungai tidak hanya mengurangi beban jalan, tetapi juga menghidupkan kembali jalur transportasi tradisional yang memiliki nilai historis dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Kereta Api Kalimantan Dimulai dari Kaltara, Ditarget Terhubung hingga IKN

Ia menilai transportasi sungai masih memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi di wilayah yang memiliki banyak jaringan perairan.

Solusi Jangka Panjang Infrastruktur Kalteng

Urgensi pengembangan moda transportasi alternatif semakin mengemuka seiring kondisi sejumlah ruas jalan strategis di Kalimantan Tengah yang memerlukan perhatian serius.

Beberapa jalur yang disorot antara lain Trans Kalimantan Banjarmasin–Palangka Raya, Palangka Raya–Kuala Kurun, dan Palangka Raya–Sampit.

Kerusakan pada ruas-ruas tersebut dinilai berpotensi menghambat arus logistik dan aktivitas perekonomian antardaerah apabila tidak segera ditangani secara optimal oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Proyek Kereta Api Trans-Kalimantan 2.772 Km Bakal Jadi Tulang Punggung Konektivitas IKN

Karena itu, pembangunan jaringan kereta api dan optimalisasi transportasi sungai dipandang sebagai langkah strategis untuk mewujudkan sistem transportasi multimoda yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah.

Masih Tunggu Investor

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah Yulindra Dedy mengatakan, proyek kereta api masih menunggu keterlibatan pihak ketiga sebagai sumber pembiayaan pembangunan, sebagaimana disampaikan kepada wartawan di Palangka Raya, Kamis (9/4/2026).

“Kami masih menunggu dari pihak ketiga (investor) yang berkenan untuk bekerja sama dalam pembangunan ini,” ujar Dedy.

Rencana pembangunan kereta api itu akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Kalimantan Tengah, antara lain Puruk Cahu, Desa Batanjung di Kabupaten Kapuas, dan Kelurahan Bangkuang di Kabupaten Barito Selatan.

Baca Juga: AHY Percepat Kereta Api Trans Kalimantan, WIKA Beton Siap Dukung demi Konektivitas Indonesia

Menurut Dedy, pemerintah masih mengkaji beberapa alternatif rute untuk menentukan jalur yang paling efektif dan efisien dari sisi pembiayaan maupun manfaat ekonomi.

“Ada rencana yang melewati Puruk Cahu, Gunung Mas, hingga Batanjung. Tinggal dikaji mana yang lebih efektif dan efisien dari sisi pendanaan,” katanya. 

Blueprint Sudah Ada, Realisasi Masih Menunggu

Dedy menjelaskan blueprint pembangunan jalur kereta api sebenarnya telah tersedia sejak lama dan sudah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Tengah serta dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan kapan proyek tersebut mulai dibangun karena masih berada pada tahap perencanaan jangka panjang.

Baca Juga: Berangkat ke Saint Petersburg, Menko AHY Buka Peluang Wujudkan Kereta Api Kalimantan Lewat Kerja Sama Rusia

“Kalau blueprint dari dulu sudah ada, di RTRWP kita juga sudah masuk. Kalau terkait kapan dimulainya pembangunan, itu saya masih belum bisa menjanjikan,” ujarnya. (*)

Editor : Efprizan
#kereta api kalimantan #logistik Kalimantan #jalur kereta Kalimantan #kereta api Kalimantan Tengah #Teras Narang