PONTIANAK POST – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan jalur kereta api Kalimantan yang kembali mengemuka di tingkat nasional.
Jika proyek tersebut masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), infrastruktur transportasi rel itu diyakini dapat memperkuat konektivitas antarprovinsi, menekan biaya logistik, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, di Gedung DPRD Kalteng, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, wacana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan bukan isu baru, namun membutuhkan komitmen jangka panjang dari pemerintah pusat agar dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami menyambut baik apabila rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan kembali menjadi perhatian pemerintah. Jika nantinya masuk dalam PSN, peluang percepatan realisasinya tentu semakin besar karena menjadi prioritas pembangunan nasional,” kata Ansyari dilansir Prokalteng.
Sebelumnya, pemerintah pusat memastikan pengembangan jaringan kereta api Kalimantan menjadi bagian dari agenda jangka panjang penguatan konektivitas nasional.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY, mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembangunan sekitar 2.772 kilometer jalur kereta api di Kalimantan.
Selain memperkuat hubungan antarprovinsi, proyek tersebut diproyeksikan mendukung efisiensi logistik, hilirisasi industri, dan pemerataan pembangunan kawasan.
Pemerintah juga berencana membentuk tim lintas kementerian untuk menyempurnakan perencanaan proyek dalam kerangka Rencana Induk Perkeretaapian Nasional.
"Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang," kata AHY usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4).
DPRD Sebut Perubahan Kebijakan Nasional Pengaruhi Realisasi Proyek
Ansyari menjelaskan, pembangunan jalur kereta api berskala besar tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Selain membutuhkan investasi yang sangat besar, proyek tersebut juga memerlukan perencanaan teknis yang matang serta kepastian dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
Ia menilai arah pembangunan infrastruktur nasional kerap dipengaruhi pergantian pemerintahan dan perubahan prioritas kebijakan. Kondisi itu menyebabkan sejumlah proyek strategis mengalami penyesuaian atau penundaan.
Meski demikian, hidupnya kembali wacana pembangunan kereta api di Kalimantan dianggap sebagai sinyal positif bagi masa depan transportasi dan distribusi barang di kawasan tersebut.
“Apabila jaringan kereta api mampu menghubungkan sejumlah provinsi di Kalimantan, manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor transportasi, tetapi juga akan berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Proyek Kereta Api Kalimantan Masih Dikaji, Mengapa Harga Tanah Bisa Naik Lebih Dulu?
Rencana pembangunan jaringan kereta api Trans Kalimantan sejatinya telah masuk dalam agenda pemerintah sejak lebih dari satu dekade lalu.
Berbagai kajian dilakukan untuk mewujudkan sistem transportasi rel yang mampu menghubungkan wilayah barat, tengah, selatan, timur, hingga utara Kalimantan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.
Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), pemerintah telah memasukkan Kalimantan sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan jaringan kereta api jangka panjang.
Namun hingga kini, realisasinya belum berjalan karena besarnya kebutuhan investasi, tantangan geografis, serta perubahan prioritas pembangunan nasional dari waktu ke waktu.
Wacana ini menghangat pada 2025 ketika Presiden Prabowo Subianto secara terbuka meminta jajarannya mematangkan rencana pembangunan Trans Kalimantan Railway sebagai bagian dari strategi memperkuat konektivitas nasional dan menekan biaya logistik antardaerah.
Baca Juga: Seberapa Dekat Realisasi Pembangunan Jalur Kereta Api di Kalimantan Barat?
Harapan Menekan Biaya Logistik dan Harga Kebutuhan Pokok
Menurut DPRD Kalteng, salah satu manfaat terbesar dari pembangunan jalur kereta api Kalimantan adalah meningkatnya efisiensi distribusi barang.
Selama ini, pergerakan logistik di berbagai wilayah Kalimantan masih bergantung pada transportasi darat dan jalur sungai.
Ketergantungan tersebut sering menyebabkan biaya operasional tinggi serta waktu pengiriman yang lebih lama, terutama untuk kebutuhan pokok dan komoditas perdagangan.
Ansyari menilai moda transportasi rel dapat menjadi alternatif yang lebih efisien karena memiliki kapasitas angkut besar dan mampu melayani distribusi dalam jumlah massal secara lebih cepat.
“Kereta api dapat menjadi alternatif distribusi yang lebih efisien. Biaya pengangkutan barang berpotensi menurun, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan pasokan kebutuhan masyarakat bisa lebih lancar,” katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan biaya transportasi masih menjadi komponen terbesar dalam struktur logistik nasional.
Baca Juga: Sebelum Trans Kalimantan, Kalsel Lebih Dulu Punya Jalur Kereta Api
Berdasarkan data BPS yang dikutip Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, biaya transportasi menyumbang sekitar 62 persen dari total biaya logistik Indonesia.
Tingginya ketergantungan terhadap angkutan darat menyebabkan distribusi barang menjadi lebih mahal, terutama di wilayah dengan jarak antarkota yang panjang seperti Kalimantan.
Dampak Kemanusiaan: Membuka Akses Ekonomi hingga Daerah Pedalaman
Di balik proyek infrastruktur tersebut, terdapat harapan besar masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan untuk memperoleh akses ekonomi yang lebih baik.
Konektivitas yang meningkat berpotensi membuka peluang usaha baru, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar.
Bagi pelaku usaha kecil dan petani, biaya transportasi yang lebih rendah dapat berdampak langsung pada peningkatan daya saing produk dan pendapatan keluarga.
Sementara bagi masyarakat umum, distribusi barang yang lebih lancar berpotensi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
DPRD Minta Pemerintah Pusat Beri Perhatian Khusus
DPRD Kalteng berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap rencana pengembangan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan.
Infrastruktur tersebut dinilai bukan sekadar proyek transportasi, melainkan instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat daya saing ekonomi kawasan.
Dengan posisi Kalimantan yang kini menjadi pusat perhatian nasional seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), keberadaan jaringan kereta api antardaerah dinilai dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
“Infrastruktur tersebut mampu mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah di masa mendatang,” pungkas Ansyari.*
Editor : Uray Ronald