Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebelum Trans Kalimantan, Kalsel Lebih Dulu Punya Jalur Kereta Api

E
Penulis: Efprizan❯
Lori dan jalur kereta tambang menjadi bukti keberadaan transportasi rel di Kalimantan Selatan pada masa Hindia Belanda. (Ilustrasi: AI/Pontianak Post)
Lori dan jalur kereta tambang menjadi bukti keberadaan transportasi rel di Kalimantan Selatan pada masa Hindia Belanda. (Ilustrasi: AI/Pontianak Post)

Advertisement

PONTIANAK POST - Sebelum heboh rencana pemerintah pusat saat ini yang akan membangun kereta api trans-Kalimantan, ternyata Kalimantan Selatan (Kalsel) lebih dulu punya jalur kereta api.

Kereta api ternyata pernah beroperasi di Kalimantan Selatan pada masa Hindia Belanda, meski bukan untuk angkutan penumpang, melainkan mendukung aktivitas pertambangan batu bara yang berkembang pesat sejak akhir abad ke-19.

Keberadaan rel dan kereta tambang di Kalimantan Selatan menjadi bagian penting sejarah industri pertambangan kolonial yang digunakan untuk mempercepat pengangkutan hasil bumi menuju pelabuhan ekspor.

Advertisement

Rel Kereta Dibangun untuk Angkut Batu Bara

Dilansir dari Radar Banjarmasin, Dosen FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mansyur, menjelaskan pemerintah kolonial Belanda membangun jaringan perkeretaapian di berbagai wilayah Indonesia untuk menunjang eksploitasi sumber daya alam.

Advertisement

“Ini adalah sebuah keharusan, karena banyak hasil bumi yang harus diangkut ke kota-kota pelabuhan sesegera mungkin agar bisa terjual, dan uang pajaknya bisa segera masuk ke kas pemerintah,” kata Mansyur.

Menurut Mansyur, keberadaan kereta api di Kalimantan turut dibahas oleh penggemar sekaligus peneliti perkeretaapian asal Belanda, Gerard de Graaf, dalam seminar Komunitas Sejarah Perkeretaapian Indonesia (KSPI) di Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta.

Dalam kajiannya yang mengutip buku Onze Koloniale Mijnbouw De Steenkolenindustrie karya R.J. Van Lier, disebutkan bahwa kereta api di Kalimantan memang pernah ada, namun berfungsi sebagai kereta tambang.

“Pengaruh tambang batu bara pada perkembangan teknologi begitu luar biasa. Saat itu batu bara digunakan sebagai sumber energi pada lokomotif kereta api dan kapal uap,” ujar Mansyur.

Bukti Fisik Masih Ditemukan

Kereta tambang paling awal di Kalimantan Selatan diketahui beroperasi di tambang batu bara Oranje-Nassau.

Di lokasi tersebut, gerobak kecil berjalan di atas rel sederhana untuk mengangkut batu bara dari area tambang menuju Sungai Riam Kiwa.

Advertisement

Artikel Terkait

Rel Trans-Kalimantan Kembali Disiapkan, Menko AHY Matangkan Teknis dan Investasi

Rel Trans-Kalimantan Kembali Disiapkan, Menko AHY Matangkan Teknis dan Investasi

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero terus mematangkan kajian teknis serta perhitungan investasi pe

China Lirik Kereta 2.772 Km di Kalimantan, Proyek Raksasa Ini Bisa Ubah Peta Transportasi Borneo

China Lirik Kereta 2.772 Km di Kalimantan, Proyek Raksasa Ini Bisa Ubah Peta Transportasi Borneo

China disebut berminat membangun jalur kereta Trans-Kalimantan 2.772 km untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi Borneo.

Kereta 2.772 Km di Kalimantan Dibidik China, Warisan Utang Whoosh Jadi Perhatian

Kereta 2.772 Km di Kalimantan Dibidik China, Warisan Utang Whoosh Jadi Perhatian

Indonesia menjajaki investasi China untuk membangun rel Trans-Kalimantan 2.772 km, di tengah sorotan pembiayaan proyek Whoosh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer