Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemerintah Kucurkan Rp5 Triliun Bangun 100 Gudang Modern Bulog, Stok Beras Ditargetkan Aman hingga Tiga Tahun

Basilius Andreas Gas • Kamis, 11 Juni 2026 | 08:46 WIB
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6). (ANTARA/Harianto)
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6). (ANTARA/Harianto)

PONTIANAK POST- Pemerintah mempercepat pembangunan 100 gudang modern milik Bulog senilai Rp5 triliun untuk memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus memastikan kualitas beras tetap terjaga hingga tiga tahun penyimpanan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengatakan proyek pembangunan gudang baru tersebut telah memperoleh persetujuan pemerintah dan menjadi bagian dari strategi penguatan sistem logistik pangan nasional.

"Memang ada bangun gudang (baru untuk Perum Bulog). Ini ada bangun gudang 100 titik, nilainya Rp5 triliun, sudah disetujui," kata Amran dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu.

Menurut Amran, fasilitas penyimpanan yang tengah dibangun dirancang menggunakan sistem modern sehingga mampu menjaga mutu beras dalam jangka waktu lebih lama dibandingkan metode penyimpanan konvensional.

Ia menjelaskan usia simpan beras di gudang tersebut ditargetkan minimal dua tahun dan bahkan dapat mencapai tiga tahun tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan.

"Sedang dibangun dan ini gudangnya (usia simpan stok cadangan pangan pemerintah) bisa bertahan dua tahun minimal, bisa tiga tahun berasnya," ujarnya.

Amran menegaskan keberadaan gudang modern tersebut akan memperkuat keamanan stok pangan nasional sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di berbagai daerah. Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai sekitar 3,5 juta ton hingga awal Juni 2026.

"Jadi penyimpanannya jauh lebih bagus dari pada sekarang. Ini cukup modern," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perhatian Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, yang mengungkap adanya laporan mengenai sejumlah stok beras cadangan pemerintah di gudang Bulog yang mengalami penurunan mutu setelah tersimpan dalam waktu lama.

Titiek mendorong agar stok beras yang telah tersimpan lebih dari satu tahun dapat dialihkan menjadi pakan sehingga kualitas cadangan pangan pemerintah tetap terjaga sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, menegaskan pembangunan 100 gudang baru merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan hasil panen.

"Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional," kata Rizal.

Ia memastikan seluruh proses pembangunan akan dilaksanakan secara profesional, terukur, dan akuntabel agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Program pembangunan tersebut akan tersebar di 92 kabupaten dengan total investasi sekitar Rp5 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp4,4 triliun dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar digunakan untuk mendukung mekanisasi, otomatisasi, serta pengembangan sistem teknologi informasi.

Selain pembangunan 94 unit gudang penyimpanan, proyek itu juga mencakup pembangunan enam silo gabah, delapan silo jagung, 17 unit pengering beras, 17 Rice Milling Unit (RMU), delapan pengering jagung, serta sembilan sentra pengolahan dan fasilitas pengemasan beras.

Setiap lokasi pembangunan akan melalui kajian teknis yang mencakup uji kondisi tanah, analisis kemiringan lahan, serta evaluasi akses jalan guna mendukung kelancaran distribusi logistik pangan.

Pembangunan fisik dilaksanakan oleh BUMN karya sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 tentang pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.

Infrastruktur tersebut diprioritaskan di sejumlah sentra produksi pangan utama seperti Lampung, Pulau Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan dukungan fasilitas modern berupa dryer, RMU, silo, serta sistem mekanisasi dan otomatisasi.

Sementara itu, untuk wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada fasilitas gudang penyimpanan guna menjaga ketersediaan pasokan pangan saat menghadapi gangguan distribusi maupun cuaca ekstrem. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#gudang modern #pemerintah #nasional #bulog #ketahanan pangan